Precede-Procede Green, 1991. Model pendekatan untuk membuat perencanaan dan evaluasi kesehatan dengan kerangka PRECEDE-PROCEED. Langkah-langkah PRECEDE-PROCEED: 1). Diagnosis Masalah 2). Diagnosis Epidemiologi 3). Diagnosis perilaku dan lingkungan 4). Diagnosis pendidikan dan organisasional 5). Diagnosis administrasi dan pendidikan 6). Implementasi 7). Proses evaluasi 8). Impact Evaluasi PRECEDE : Digunakan pada fase diagnosis masalah, menetapkan prioritas masalah dan diagnosis program. Predisposing (Mempengaruhi): Faktor Predisposing (P), adalah kekuatan-kekuatan yang berfungsi untuk memotivasi kelompok atau individu untuk melakukan tindakan. Pengetahuan, kepercayaan, sikap, nilai, budaya dan adat, keturunan genetik, niat, dan keahlian yang ada semuanya berfungsi sebagai faktor-faktor predisposisi, kunci untuk memahami faktor predisposisi adalah sejauh mana tingkah laku dapat diramalkan. Reinforsing (menguatkan) : Reinforcing faktor menyediakan insentif untuk tingkah laku kesehatan atau outcome dipelihara. Reinforment bisa datang dari individu atau kelonmpok, dari seseorang atau institusi dalam lingkungan immediate, atau dari sosial. Kunci utama untuk memahami faktor reinforcing adalah sejahmana ketidakadannya akan berarti kehilangan dukungan untuk tindakan dari individu atau kelompok and Enabling Cause (memungkinkan penyebab): Faktor Enabling (E) meliputi baik keahlian persoanal maupun sumber daya yang tersedia yang dibutuhkan unutk melakukan tingkah laku. Faktor enabel adalah hal-hal yang diatributkan dari kelompok, individual dan system delivery perawatan kesehatan yang membuatnya mungkin suatu tindakan dapat terjadi. Kunci untuk memahami faktor enable dalam hubungannya dengan tingkah laku kesehatan adalah sejauh mana ketidakadannya akan mencegah suatu tindakan akan terjadi.