Manajemen Bandwidth Untuk Stream Video HD Pada Multiplexer DVBT2 Dengan Metode Statistical Multiplexing Rifqi Aji W. 1 ,Iwan Krisnadi 1 Jurusan Magister Elektro UMB Jln. Menteng Jakarta INDONESIA 1 55415120018@mercubuana.ac.id IntisariPerkembangan industri penyiaran di Indonesia telah memasuki era digitalisasi . Dalam memasuki era digitalisasi, para penyedia jasa penyiaran mulai mengembangkan teknologi digital baik dari format konten program maupun dari teknologi penyiarannya. Dari segi konten program format HD(High Definition) menjadi pilihan untuk menyajikan kualitas gambar dan suara yang lebih baik dari format SD(Standar Definition). Sedangkan dari segi teknologi penyiaran , teknologi DVBT2 menjadi teknologi yang terus dikembangkan hingga saat ini. Metode yang diambil pada penelitian ini untuk memanajemen bandwidth sehingga mendapatkan nilai estimasi maksimal program atau channel yang tergabung pada multiplexer adalah metode Stat Mux open loop dan metode Stat Mux closed loop. Perbedaan Stat Mux open loop dengan metode closed loop adalah adanya parameter QM(Quality Metering) pada metode Stat Mux closed loop yang menjadi standar kualitas video. Standar QM didapat dari hasil depth interview. Dari hasil pengujian metode Stat Mux closed loop memiliki tingkat efisiensi bandwidth yang cukup tinggi, karena dapat mengalokasikan jumlah program sebanyak 2 kali lipat lebih banyak dibanding saat menggunakan metode Stat Mux open loop maupun saat tidak menggunakan manajemen bandwidth. Kata Kunci: DVBT2, Video HD, Stat Mux open loop, Stat Mux closed loop I. PENDAHULUAN Perkembangan industri penyiaran di Indonesia telah memasuki era digitalisasi . Dalam memasuki era digitalisasi, para penyedia jasa penyiaran mulai mengembangkan teknologi digital baik dari format konten program maupun dari teknologi penyiarannya. Dari segi konten program format HD(High Definition) menjadi pilihan untuk menyajikan kualitas gambar dan suara yang lebih baik dari format SD(Standar Definition). Sedangkan dari segi teknologi penyiaran, teknologi DVBT2 menjadi teknologi yang terus dikembangkan hingga saat ini. Program dengan format HD memiliki resolusi yang tinggi, sehingga kerapatan pixelnya pun tinggi. Semakin rapat pixel, maka semakin banyak bit-bit data/informasi, hal ini yang menyebabkan penggunaan bandwidth juga menjadi besar. Pengembangan program siaran dari SD menjadi HD merupakan suatu bentuk inovasi para penyedia jasa layanan broadcast untuk menjaga konsumennya. Tidak bisa dipungkiri tren perkembangan teknologi yang berkembang pesat saat ini mulai beralih ke “Data cloud” dan “Media Sosial”. Layanan video pada “Data Cloud” dan “Media Sosial” pun telah lebih dahulu menghadirkan layanan video HD untuk memberikan kepuasan pelanggan dalam menikmati kualitas layanan video yang lebih baik dan jernih. Teknologi DVB-T2 merupakan teknologi siaran digital menggunakan media transmisi teresterial. Angka 2 pada DVB-T2 memiliki arti teknologi ini telah memasuki generasi kedua. Kelebihan DVB-T2 dibanding generasi sebelumnya yaitu DVBT adalah pada pilihan menu modulasinya yang lebih banyak, sehingga memungkinkan untuk menyediakan bandwidth yang lebih lebar dibanding generasi sebelumnya. Akan tetapi meskipun bandwidth DVB-T2 lebih besar dibanding dengan DVBT, tapitetap saja memiliki keterbatasan kapasitas, sehingga bila didalamnya akan ditumpangi beberapa program HD perlu dilakukan manajemen bandwidth sehingga penggunaan bandwidth optimal seiring dengan parameter yang akan digunakan pada DVBT2. Di Indonesia regulasi yang berlaku pada teknologi DVBT2 bekerja pada frekuensi UHF dengan bandwidth sebesar 8 MHz untuk masing-masing frekuensi. Sedangkan jumlah penyedia layanan konten siaran semakin bertambah dari waktu ke waktu. Untuk itu sebuah manajemen Bandwidth sangat diperlukan untuk mengoptimalisasi penggunaan bandwidth sehingga dapat dimanfaatkan penyedia jasa layanan multiplexer, agar dapat mengelola multiplexer-nya