655 Tersedia secara online EISSN: 2502-471X Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Volume: 1 Nomor: 4 Bulan April Tahun 2016 Halaman: 655661 PENGARUH FLIPPED MASTERY CLASSROM TERHADAP PEROLEHAN HASIL BELAJAR KOGNITIF MAHASISWA Muhammad Ridha, Punaji Setyosari, Dedi Kuswandi Teknologi Pembelajaran-Pascasarjana Universitas Negeri Malang Jalan Semarang 5 Malang. E-mail: ridha.edu.tech@gmail.com Abstract: This study aims to investigate the effect of flipped mastery classroom towards students learning outcomes on educational psychology subject. Subject of this research are students of Educational Department of State University of Malang academic year 2015/2016 in intact group. Flipped mastery classroom is a strategy uses in experimental group and traditional strategy is a strategy uses in control group. The design of the research is Quasi Experiment Non Equivalent Control Group Design. The result shows that the use of flipped-mastery have positive impact on students learning outcomes. The experimental group hs better score significantly than the control group. Keywords: Instructional Strategy, Flipped-Mastery, Blended Learning, Learning Outcomes Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan strategi flipped mastery classroom terhadap perolehan hasil belajar kognitif mahasiswa pada matakuliah psikologi pendidikan. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Malang semester genap tahun ajaran 2015/2016 pada kelas utuh. Kelas eksperimen dibelajarkan dengan strategi flipped-mastery classroom dan kelas kontrol dibelajarkan dengan strategi tradisional. Penelitian ini menggunakan rancangan kuasi eksperimen Non Equivalent Control Group Design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi flipped mastery classroom memberikan pengaruh positif terhadap perolehan hasil belajar kognitif mahasiswa. Perolehan hasil belajar kognitif mahasiswa yang dibelajarkan dengan strategi flipped-mastery lebih tinggi secara signifikan dari pada perolehan hasil belajar mahasiswa yang dibelajarkan dengan strategi tradisional. Kata kunci: strategi pembelajaran, flipped mastery classroom, blended learning, kognitif, hasil belajar Beragam problematika dalam proses belajar dan pembelajaran yang terjadi di dunia pendidikan menuntun Teknolog Pendidikan untuk melihat lebih jeli terhadap akar permasalahanya dengan berdasarkan pengalaman dan pengetahuan. Salah satunya yaitu pengetahuan dan pemahaman akan hasil kajian-kajian bidang ilmu psikologi pendidikan yang memberikan gambaran tentang bagaimana seseorang belajar, faktor-faktor apa saja yang membuat seseorang belajar dan sebagainya, sehingga mampu memberikan suatu solusi pemecahan yang tepat. Oleh karena itu, matakuliah psikologi pendidikan merupakan salah satu matakuliah wajib bagi mahasiswa Teknologi Pendidikan. Perkuliahan psikologi pendidikan tersebut akan diselenggarakan selama 18 kali pertemuan, dengan alokasi waktu 2 x 50 untuk setiap pertemuan (Bobot 2 SKS). Berdasarkan hasil analisis bidang studi pada silabus matakuliah Psikologi Pendidikan yang digunakan oleh Jurusan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Malang diketahui bahwa dari segi isi bidang studi psikologi pendidikan terdiri dari fakta, konsep dan prinsip psikologi tentang belajar dan pembelajaran meliputi faktor- faktor yang memengaruhi belajar, konsep-konsep dan teori belajar serta implikasi kajian psikologi dalam pembelajaran. Adapun dari segi unjuk kerja diketahui bahwa tujuan pembelajaran matakuliah psikologi pendidikan menghendaki mahasiswa untuk mampu mengingat, memahami, mengaplikasikan dan menganalis ruang lingkup psikologi pendidikan, faktor-faktor yang memengaruhi belajar dan pembelajaran, teori-teori dan konsep-konsep belajar dan pembelajaran serta implikasi psikologi pendidikan terhadap belajar & pembelajaran. (TEP, 2016). Ditinjau dari jumlah konten yang harus dikuasai mahasiswa pada matakuliah Psikologi Pendidikan berdasarkan silabus yang ada diketahui bahwa terdapat 13 topik bahasan yang cukup luas yang tidak hanya bersifat faktual, namun juga konseptual dan prosedural (TEP, 2016). Sementara itu, alokasi waktu yang disediakan sesuai dengan peraturan yang berlaku memiliki jumlah yang terbatas, yaitu 2 x 50 menit untuk setiap kali pertemuan dengan tuntutan aktivitas pembelajaran yang beragam mulai dari presentasi, diskusi dan kemudian tanya jawab serta demonstrasi hasil pembelajaran. Idealnya perkuliahan psikologi pendidikan mengharuskan adanya penambahan waktu secara proporsional agar mahasiswa bisa memiliki kesempatan belajar yang lebih banyak, namun tidak mengganggu alokasi waktu yang telah ditetapkan lembaga.