PENGARUH PENAMBAHAN SERBUK BATU KARANG PADA TANAH LEMPUNG EKSPANSIF TERHADAP NILAI CBR TANAH (Studi Kasus Ruas Jalan Praya-Keruak) Juanita ST., M.Eng 1) Juhaeni Idris ST., MT 2) Fakultas Teknik Sipil Univrsitas Islam Al-Azhar Mataram, Indonesia ABSTRAK Pembangunan jalan mempunyai peranan yang sangat penting terhadap perkembangan perekonomian suatu daerah. Oleh karena itu pembangunan jalan harus memenuhi syarat-syarat tertentu agar dapat memberikan pelayanan yang optimal, salah satu syarat tersebut adalah sifat material yang digunakan. Di Nusa Tenggara barat material yang umum digunakan sebagai bahan subbase jalan adalah agregat, namun dikhawatirkan ketersediaan agregat akan semakin menipis. Upaya yang dilakukan adalah dengan menggunakan tanah lempung yang distabilisasi serbuk batu karang. Hasil stabilisasi tanah lempung dengan serbuk batu karang ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan subbase yang memenuhi standar spesifikasi Bina Marga. Dalam penelitian ini sampel tanah lempung diambil dari ruas jalan Praya-Keruak, Lombok Tengah. Pengujian dilakukan di Laboratorium Mekanika Bahan Dan Geoteknik Fakultas Teknik Universitas Islam Al-Azhar, terhadap tanah lempung asli dan tanah lempung yang dicampur dengan serbuk batu karang dengan prosentase penambahan serbuk batu karang sebesar 5%, 10%, 15% dan 20% yang meliputi pengujian berat jenis, batas-batas Atterberg, gradasi butiran, pemadatan standar proctor dan pengujian CBR rendaman dan tanpa rendaman. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa tanah lempung Praya- Keruak mempunyai berat jenis = 2,70; batas cair (LL) = 46,29%; batas plastis (PL) = 26,61% dan Indeks Plastisitas = 19,68%. Berdasarkan klasifikasi USCS tanah lempung Praya-Keruak termasuk dalam kelas CH, sedangkan menurut AASHTO tanah ini termasuk dalam tipe tanah berlempung dengan penilaian sedang sampai buruk (A-7-5). Penambahan serbuk batu karang pada tanah lempung Praya-Keruak cenderung menurunkan batas-batas Atterberg sehingga menyebabkan nilai indeks plastisitas menurun, distribusi butiran menjadi lebih granuler, berat jenis meningkat. Secara kualitatif kondisi tanah menjadi lebih baik. Penambahan serbuk batu karang pada tanah lempung Praya-Keruak juga dapat meningkatkan nilai CBR. Tetapi hasil stabilisasi tanah lempung Praya-Keruak tidak dapat digunakan sebagai bahan subbase jalan karena belum memenuhi standar spesifikasi Bina Marga dengan syarat CBR minimal 20% dan angka IP dibawah 10%. Kata kunci : serbuk batu karang, Stabilisasi, Subbase, tanah lempung.