ANALISIS KEEKONOMIAN PROYEK PERUSAHAAN MINYAK DAN GAS BUMI : STUDI KASUS ABC OIL Poppy Nandasari 1 , Ilham Priadythama 2 1,2 Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta 57126 Telp. 0271-6322110 Email: 1 nandapoppy@gmail.com, 2 priadythama@gmail.com ABSTRAK Minyak dan gas bumi merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui (unrenewable resources) yang mempunyai peranan penting bagi pembangunan Indonesia. Kegiatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi merupakan salah satu bentuk usaha bisnis yang berorientasi mencari keuntungan. Masalah utama bagi perusahaan nasional baik swasta maupun BUMN untuk mengusahakan lapangan migas yang baru adalah dana untuk investasi pembuatan sumur baru dikarenakan pembuatan sumur baru ini membutuhkan biaya yang sangat besar, karena untuk melakukan pengeboran minyak dibutuhkan pekerja dengan tenaga yang sangat ahli, teknologi yang sangat mahal. Dengan menggunakan model perhitungan production sharing contract maka dapat ditentukan nilai IRR, NPV, serta payout time sehingga dapat diketahui apakah suatu proyek tersebut layak dijalankan atau tidak. Dengan menggunakan model perhitungan production sharing contract didapatkan hasil IRR pada ABC Oil diperoleh nilai IRR sebesar 12%, dengan tingkat discount factor 10% maka didapatkan nilai NPV pada tahun 2019 adalah sebesar 191.28 MMUS$, pengembalian investasi yang ditanam akan kembali setelah 6,32 tahun dari year zero atau tahun awal perhitungan yakni dari tahun 2016. Sehingga proyek tersebut layak dijalankan. Kata kunci: economic project, IRR, NPV, oil and gas, payback period LATAR BELAKANG Minyak dan gas bumi merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui ( unrenewable resources) yang mempunyai peranan penting bagi pembangunan Indonesia. Minyak dan gas bumi tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri, tetapi juga merupakan sumber pendapatan dan devisa yang utama bagi Indonesia. Eksploitasi minyak dan gas bumi secara terus menerus menurunkan cadangan terbukti sumber daya alam tersebut. Walaupun demikian untuk mempertahankan keberlanjutan (sustainibility) sumber daya tersebut kita tidak perlu terpaku hanya dengan mengusahakan penemuan sumber daya yang sama, kita dapat pula mengusahakan penemuan sumber daya yang tidak terbaharukan yang lain atau memproduksikan sumber daya alam terbaharukan ( renewable resources) yang lain, yang penting penggunaannya sama, yaitu pemenuhan kebutuhan energi nasional. Kegiatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi merupakan salah satu bentuk usaha bisnis yang berorientasi mencari keuntungan. Keuntungan adalah fungsi dari produksi, harga, biaya, dan pajak. Oleh karena itu, analisis keekonomian proyek harus dilakukan untuk mengurangi resiko investasi dan mengetahui parameter-parameter keekonomian proyek tersebut. Production Sharing Contract merupakan pengganti dari Kontrak Karya (Contract of Work). Production Sharing Contract ini adalah suatu kerjasama yang dilakukan antara Kontraktor yang bertindak sebagai Operator dan Pemerintah Indonesia yang dalam hal ini diwakili oleh SKK MIGAS bertindak sebagai pemegang Mineral Right atau agen pemerintah Masalah utama bagi perusahaan migas nasional baik swasta maupun BUMN untuk mengusahakan lapangan migas yang baru adalah dana untuk investasi pembuatan sumur baru dikarenakan pembuatan sumur baru ini membutuhkan biaya yang sangat besar, karena untuk melakukan pengeboran minyak dibutuhkan pekerja dengan tenaga yang sangat ahli, teknologi yang sangat mahal. Namun, apabila sumur yang akan dibor yang mana diperkirakan ada gas namun apabila setelah di bor ternyata tidak terdapat minyak atau gas bumi maka negara akan merugi ratusan bahkan milyaran dollar. Prediksi sumur yang meleset yang mana ternyata tidak ditemukannya cadangan minyak atau gas dikarenakan sumber minyak dan gas bumi terdapat jauh dibawah permukaan bumi, sehingga tidak bisa hanya mengira-ira. Sehingga diperlukan perhitungan kelayakan investasi yang cukup matang seperti menghitung Internal Rate of Return, Net Present Value, serta Pay Out Time guna mengetahui apakah suatu proyek tersebut layak dijalankan atau tidak.