Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia Volume 6 Nomor 1 Januari – Juni 2018 21 PENGARUH PENGAWASAN DAN KONDISI KERJA TERHADAP KETERLIBATAN KERJA KARYAWAN RUMAH SAKIT MATA UNDAAN SURABAYA The Effect of Supervision and Working Condition on Employee Job Involvement of Undaan Eye Hospital Surabaya Fitri Widyacahya 1 , Ratna Dwi Wulandari 2 1,2 Departemen Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga, Indonesia E-mail: widya_tri99@yahoo.com ABSTRACT Preliminary survey result showed the employee job involvement rate of Rumah Sakit Mata Undaan Surabaya reached 65.26%. It meant that employee job involvement rate was low (standard 80%). Job involvement consist of three factors there are support from co-workers, employee participation in decision making, and the dependence of the tasks. The aim of this study was to analyze the inuence supervision and working condition to employee job involvement. Observational analysis was used in this research with the cross sectional design. The data was obtained through questionnaire with simple random sampling involving 62 employees as the sample of the research. The obtained data were analyzed using logistic regression test univariate (α = 0.05) to examine the inuence of supervision and working condition toward the employee’s job involvement. The test result indicated that supervision signicantly inuenced employee job involvement at signicance value was 0.000201. Better supervision made better employee job involvement. On the other hand, working condition did not inuence the employee job involvement (signicance value was 0.097), but cross tabulation result indicated that better working condition made better employee job involvement. It can be concluded that supervision affects job involvement while working condition does not affect the job involvement. Keywords: job involvement, supervision, working condition ABSTRAK Hasil studi pendahuluan menunjukkan tingkat keterlibatan kerja karyawan di Rumah Sakit Mata Undaan sebesar 65,26%. Tingkat keterlibatan kerja karyawan tersebut termasuk kategori rendah (standar 80%) Keterlibatan kerja diukur berdasarkan tiga indikator antara lain dukungan dari kelompok kerja, partisipasi karyawan dalam pengambilan keputusan, dan ketergantungan tugas. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh pengawasan dan kondisi kerja terhadap keterlibatan kerja karyawan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional. Data diperoleh melalui kuesioner dengan simple random sampling yang melibatkan 62 karyawan sebagai sampel penelitian. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji regresi logistik univariat (α = 0,05) untuk menguji pengaruh dari supervisi dan kondisi kerja terhadap keterlibatan kerja karyawan. Hasil uji menunjukkan bahwa pengawasan secara signikan memengaruhi keterlibatan kerja karyawan dengan nilai signikansi sebesar 0,000201. Semakin baik supervisi maka semakin tinggi tingkat keterlibatan kerja karyawan. Disisi lain, kondisi kerja tidak berpengaruh terhadap keterlibatan kerja karyawan dengan nilai signikansi 0,097, tetapi hasil tabulasi silang menunjukkan bahwa semakin baik kondisi kerja maka semakin tinggi tingkat keterlibatan kerja karyawan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengawasan berpengaruh terhadap keterlibatan kerja, sedangkan kondisi kerja tidak berpengaruh terhadap keterlibatan kerja karyawan. Kata Kunci: keterlibatan kerja, pengawasan, kondisi kerja Received: 10 July 2017 Accepted: 2 August 2017 Published: 01 June 2018 PENDAHULUAN Keterlibatan kerja adalah ukuran seorang karyawan secara psikologis terhadap pekerjaannya dan memandang bahwa kinerja yang dilakukan sebagai ukuran harga diri (Robbins, 2008). Keterlibatan kerja karyawan memiliki dampak besar bagi organisasi. Keterlibatan kerja yang tinggi dapat memberikan pengaruh kuat terhadap organisasi dan hal tersebut dapat berpengaruh pula pada keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan (Rotenberry & Moberg, 2007). Keterlibatan kerja karyawan diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi organisasi dengan meningkatkan kinerja karyawan didalamnya. Terdapat beberapa faktor penyebab terjadinya keterlibatan kerja karyawan antara lain karakteristik personal, karakteristik situasional, dan hubungan individu dengan lingkungan (Rabinowitz & Hall, 1977). Faktor yang dapat memengaruhi keterlibatan kerja meliputi dukungan dari kelompok kerja, partisipasi dalam pengambilan keputusan, Widyacahya; Wulandari Pengaruh Pengawasan dan....