1 FUNGSIONALISASI KONFLIK DALAM ORGANISASI DAKWAH Oleh: Hasnun Jauhari Ritonga 1 ABSTRAK Konflik tidak selamanya jelek. Konflik akan memberikan nilai manfaat, apabila konflik dapat dikelola secara baik. Sebaliknya, konflik memang akan menjadi musibah apabila tidak dikelola dengan baik. Semua orang, karena interaksinya dengan orang lain atau lingkungannya, pasti tidak pernah tidak mengalami konflik. Konflik yang dialami mungkin karena berhubungan dengan orang lain, atau tidak sesuai dengan manajemen, atau berlainan budaya, atau berkaitan dengan lingkungan yang tidak mendukung, baik hanya secara individual/personality, atau intra/intergroup, atau intra/antarorganisasi. Konflik antar-orang di dalam organisasi atau kelompok lebih sering terjadi karena kurangnya komunikasi yang menyebabkan minimnya informasi yang diperoleh, sehingga mengakibatkan munculnya salah persepsi atau salah pengertian. Oleh karena itu, manajer atau pemimpin suatu organisasi harus memiliki skill yang baik dalam berkomunikasi. Dengan skill tersebut manajer dapat mengelola konflik menjadi fungsional dalam organisasi. Dalam Islam diajarkan bahwa di antara orang- orang yang berkonflik harus diislahkan, tidak boleh dibiarkan larut dalam konflik yang terjadi. Sebab jika larut, hingga akhirnya konfrontasi atau putus hubungan, justru akan merugikan kedua belah pihak. Orang-orang yang memutuskan silaturrahim diancam tidak akan mendapatkan nikmatnya surga. Sangat boleh jadi sorga itu diartikan sebagai kesenangan. Nah, jika konflik dibiarkan saja, maka kesenangan akan terganggu. Penanganan konflik harus berangkat dari akar persoalan, sehingga tidak salah menemukan alternatif penyelesaiannya. Kata-kata Kunci: Konflik, fungsional, disfungsional, avoid conflict, dan management conflict. 1 Staf Pengajar pada Fakultas Dakwah IAIN Sumatera Utara; alamat: Jl. Karya Jaya/Metrologi Gg. Karya Pribadi No. 62-D Pangkalan Masyhur, Medan Johor, Kota Medan; email: hasnun_jauhari_ritonga@yahoo.co.id No. HP: 0813 6228 7493 (mata kuliah yang diasuh Manajemen Organisasi, Budaya Organisasi, Komunikasi Organisasi, dan Sistem Informasi Manajemen Dakwah).