1 Jom Faperta Vol. 3 No. 2 Oktober 2016 POTENSI AIR KELAPA DALAM PROSES FERMENTASI BIOETANOL DENGAN PENAMBAHAN NPK DAN TWEEN80 TM COCONUT WATER POTENTIAL IN THE PROCESS OF BIOETHANOL FERMENTATION WITH ADDITION OF NPK AND TWEEN80 TM Titus T Turnip 1 , Fajar Restuhadi 2 and Evy Rossi 2 Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Riau, Pekanbaru Jl. Bina Widya No. 30 Km. 12,5 Simpang Baru Kecamatan Tampan Pekanbaru (28293) Telp. (0761) 63270, Fax. (0761) 63271 Email: titusnip@gmail.com ABSTRACT This study was conducted to determine the optimization of production of bioethanol with a combination of coconut water, tween80 and NPK as nutrient Saccharomyces cerevisiae to produce ethanol using a fermentation technique Very High Gravity Fermentation. This research was conducted experiments with four treatments and measurement in duplicate. Combination of NPK levels are U1 (0.2%), U2 (0.4%), U3 (0.6%) and U4 (0.8%). Observations were made every 24 hours; covering sugar, ethanol content, the number of cells, and pH. Data were analyzed descriptively by using a tabular or graphical. The best treatment is a combination of U4 (NPK 0.8%) which resulted in the largest ethanol 11%. Keywords: Coconut water, tween80, NPK, Bioethanol, Very High Gravity Fermentation PENDAHULUAN Latar Belakang Bahan bakar dari minyak bumi merupakan sumber daya alam yang tidak dapat di perbaharui. Saat ini pemakaian bahan bakar sangat tinggi sementara itu persediaan bahan bakar dari minyak bumi sudah semakin menipis. Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (2012), pemakaian bahan bakar minyak terbanyak di Indonesia pada tahun 2010 meliputi premium mencapai 66.820.000 barel dan pertamax mencapai 3.301.000 barel (BPS, 2012). Bahan bakar dari minyak bumi jika terus menerus di konsumsi tanpa adanya bahan bakar pengganti maka akan terjadi kelangkaan bahan bakar. Perlu adanya bahan bakar alternatif sebagai sumber energi untuk mengatasi hal ini. Bioetanol (C 2 H 5 OH) merupakan senyawa organik yang memiliki peluang besar menjadi pengganti bahan bakar minyak bumi. Kabupaten Indragiri Hilir, merupakan salah satu sentra produksi tanaman kelapa terbesar di Provinsi Riau. Menurut Badan Pusat Statistik (2013), produksi kelapa di daerah Riau pada tahun 2013 mencapai 47,382,000 ton/tahun. Pemanfaatannya hanya masih sebatas diambil santannya, dan dijadikan kopra sedangkan air kelapa pada umumnya di buang sebagai limbah. Dalam satu buah kelapa tua air kelapa mengisi 3/4 bagian rongga dalam buah kelapa, yaitu 300 ml per buah (Freemond dan Ziller, 1996). Dalam proses fermentasi air kelapa ini, akan digunakan Metode VHG fermentation. Very high gravity adalah proses fermentasi dengan menggunakan medium yang mengandung kadar gula yang tinggi. Secara umum, air kelapa mengandung 4,7% total padatan, 2,6% gula, 0,55% protein, 0,74% lemak, serta 0,46% mineral. Tanaman kelapa disebut juga tanaman serba guna, karena dari akar sampai ke daun kelapa bermanfaat Komposisi gizi yang terkandung dalam air kelapa ini, memungkinkan air kelapa dapat dijadikan Bioetanol. Very High Gravity fermentation ini memiliki sejumlah keunggulan, seperti meningkatkan konsentrasi etanol yang dihasilkan dan juga 1. Mahasiswa Fakultas Pertanian, Universitas Riau 2. Dosen Fakultas Pertanian, Universitas Riau