Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat 2016, ISBN : xxxxxxxx SISTEM IDENTIFIKASI JENIS KELAMIN MANUSIA BERDASARKAN FOTO PANORAMIK Nur Nafi’iyah #1 , Retno Wardhani *2 # Teknik Informatika, Fakultas Teknik Universitas Islam Lamongan Lamongan 1 nafik_unisla26@yahoo.co.id * Teknik Informatika, Fakultas Teknik Universitas Islam Lamongan Lamongan 2 retzno@yahoo.com Abstract Sistem identifikasi jenis kelamin manusia berdasarkan foto panoramik gigi, di mana merupakan suatu penelitian yang bertujuan untuk: dapat membantu pihak tim forensik dalam mengenali korban bencana alam atau mengidentifikasi korban kejahatan. Target penelitian yaitu: membangun sistem identifikasi jenis kelamin manusia berdasarkan foto panoramik gigi, membantu menemukan suatu cara baru dalam melakukan identifikasi jenis kelamin manusia dengan algoritma backpropagation, dan menghasilkan pembuktian keakurasian atau ketelitian dari algoritma backpropagation dalam melakukan identifikasi jenis kelamin manusia. Algoritma backpropagation merupakan salah metode dalam jaringan syaraf tiruan, yang cara kerjanya menyerupai sistem kerja otak (neuron). Dalam penelitian ini langkah-langkah yang ditempuh agar penelitian dapat berjalan lancar, dilakukan pengambilan citra atau foto panoramik gigi manusia ke Rumah Sakit Ibnu Sina Gresik. Selanjutnya data foto diolah mulai dari preposessing dan ekstraksi fitur. Hasil ekstraksi fitur citra, data dimasukkan ke tahap training dan dianalisa. Untuk mengetahui hasil keakurasian sistem maka dilakukan testing. Nilai akurasi dalam ujcoba sistem 80%. Keywords— Identfication System, Backpropagation, Jenis Kelamin. I. PENDAHULUAN Forensik odontologi adalah salah satu metode penentuan identitas individu yang telah dikenal sejak era sebelum masehi. Kehandalan teknik identifikasi ini bukan saja disebabkan karena ketepatannya yang tinggi sehingga nyaris menyamai ketepatan teknik sidik jari, akan tetapi karena kenyataan bahwa gigi dan tulang adalah material biologis yang paling tahan terhadap perubahan lingkungan dan terlindung. Gigi merupakan sarana identifikasi yang dapat dipercaya apabila rekaman data dibuat secara baik dan benar. Beberapa alasan dapat dikemukakan mengapa gigi dapat dipakai sebagai sarana identifikasi adalah sebagai berikut, pertama karena gigi bagian terkeras dari tubuh manusia yang komposisi bahan organik dan airnya sedikit sekali dan sebagian besar terdiri atas bahan anorganik sehingga tidak mudah rusak, terletak dalam rongga mulut yang terlindungi. Kedua, manusia memiliki 32 gigi dengan bentuk yang jelas dan masing-masing mempunyai lima permukaan. Identifikasi korban pada kasus-kasus ini diperlukan karena status kematian korban memiliki dampak yang cukup besar pada berbagai aspek yang ditinggalkan. Identifikasi tersebut merupakan perwujudan HAM dan merupakan penghormatan terhadap orang yang sudah meninggal. Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia secara geografis terletak pada wilayah yang rawan terhadap bencana alam baik yang berupa tanah longsor, gempa bumi, letusan gunung berapi, tsunami, banjir dan lain-lain, yang dapat memakan banyak korban, dan salah satu cara mengidentifikasi korban adalah dengan metode forensik odontologi. Oleh karena itu forensik odontologi sangat penting dipahami peranannya dalam menangani korban bencana massal. Penelitian ini akan membuat aplikasi dalam membantu mengidentifikasi korban jiwa tidak dikenal berdasarkan foto panoramik gigi. Identifikasi dapat membantu mengenali korban jiwa dari segi jenis kelamin. Algoritma yang digunakan yaitu backpropagation. Algoritma backpropagation merupakan salah satu algoritma jaringan syaraf tiruan, yang menerapkan cara kerja neuron dalam saraf otak manusia. II. TINJAUAN PUSTAKA Yang dimaksud dengan identifikasi ilmu kedokteran gigi forensik adalah semua aplikasi dari disiplin ilmu kedokteran gigi yang terkait dalam suatu penyidikan dalam memperoleh data-data postmortem, berguna untuk menentukan otentitas dan identitas korban maupun pelaku demi kepentingan hukum dalam suatu proses peradilan dan menegakkan kebenaran.