FUZZY SELF ORGANIZING MAP UNTUK PROSES THRESHOLDING PADA CITRA DENTAL PANAROMIC Nur Nafi’iyah 1) , Chastine Fatichah 2) 1) Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Islam Lamongan Email: mynaff26@gmail.com 2) Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Email: chastine@if.its.ac.id Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengubah citra dari graylevel ke bentuk biner. Thresholding merupakan proses mengubah citra dari graylevel ke bentuk biner. Proses thresholding juga disebut binerisasi. Dalam penelitian ini, akan mengubah citra panoramik gigi ke bentuk biner menggunakan metode gabungan Fuzzy dan Self Organizing Map (SOM). Proses fuzzy untuk menggubah citra dari rgb atau berwarna ke grayscale dan SOM mengubah citra dari grayscale ke biner. Selain melakukan binerisasi, peneliti juga membandingkan proses binerisasi antara SOM dan gabungan fuzzy SOM. Diharapkan dari metode fuzzy SOM dapat mengubah citra dental panoramic menjadi hitam putih lebih baik dan dapat digunakan proses computer vision berikutnya. Fuzzy yang digunakan adalah fuzzy mamdani. Aplikasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Matlab. Kata kunci : Fuzzy SOM, Dental Panoramic, SOM. Abstract This research aim to change citra from graylevel to binary form. Thresholding is the process of changing citra from graylevel to binary form. The thresholding process is also called binary. In this research, will change the citra of dental panoramic to binary form using Fuzzy combined method and Self Organizing Map (SOM). The fuzzy process for composing the citra from rgb or color to grayscale and SOM converts citra from grayscale to binary. In addition to binaryization, researcher also compared the binary process between SOM and fuzzy SOM combined. It is expected that from fuzzy SOM method can change citra dental panoramic to black and white better and can be used next computer vision process. Fuzzy used is fuzzy mamdani. The application used in this research is Matlab. Keyword : Fuzzy SOM, Dental Panoramic, SOM. PENDAHULUAN Yang dimaksud dengan identifikasi ilmu kedokteran gigi forensik adalah semua aplikasi dari disiplin ilmu kedokteran gigi yang terkait dalam suatu penyidikan dalam memperoleh data-data postmortem, berguna untuk menentukan otentitas dan identitas korban maupun pelaku demi kepentingan hukum dalam suatu proses peradilan dan menegakkan kebenaran (Nur Nafi'iyah, Retno Wardhani, 2016). Pengolahan citra (image processing) merupakan suatu sistem di mana proses dilakukan dengan masukan berupa citra (image) dan hasilnya juga berupa citra (image). Pada awalnya pengolahan citra ini, dilakukan untuk memperbaiki kualitas citra, namun dengan berkembangnya dunia komputasi yang ditandai dengan semakin meningkatnya kapasitas dan kecepatan proses komputer, serta munculnya ilmu-ilmu komputasi yang memungkinkan manusia dapat mengambil informasi dari suatu citra,