Praktikum Pembuatan Yogurt ZAINAL ARIFIN ϭϰϲϬϭϬϯϬϬϭϬ SRI WAHYUNI A ϭϰϲϬϭϬϯϬϬϭϴ RATNA SELVIA ϭϰϲϬϭϬϯϬϬϬϰ AISYAH ϭϰϲϬϭϬϯϬϬϮϰ IYAN LESTARI ϭϰϲϬϭϬϯϬϬϭϳ IRMA ALISHA ϭϰϲϬϭϬϯϬϬϬϮ DoseŶ PeŶgaŵpu: EŶdik DeŶi Nugroho SP.d., M.Pd LATAR BELAKANG Pengolahan susu menjadi yoghurt sudah lama dikenal di Indonesia, hanya saja masih berkisar pada lingkungan masyarakat kota. Dalam hal ini bukannya masyarakat desa tidak menyukainya, tapi lebih tepat bila dikatakan belum mengenalnya, sebab di beberapa daerah ada juga susu olahan tradisional yang rasanya hampir sama dengan yoghurt, seperti dadih dari Sumatra Barat. Oleh sebab itu, pengolahan susu menjadi yoghurt perlu dikembangkan . Di samping sebagai salah satu usaha pemanfaatan susu yang tidak terjual, juga sebagai usaha perbaikan gizi masyarakat, karena mereka dapat mengonsumsi salah satu ma- kanan hasil olahan susu. Oleh karena itu kami mencoba melakukan praktikum pembuatan yogurt dengan alat-alat yang cukup sederhana yaitu dengan menggunakan bahan seperti susu, yakult, gula dan beberapa jenis buah sebagai penambah variasi rasa. METODOLOGI WAKTU: Praktikum dilaksanakan pada 23 Maret 2017 di rumah pribadi Iyan Lestari gn.lingkas RT 04 RW 02 Kec.Tarakan Timur dan inkubasi dilakukan di Laboratorium FKIP. ALAT DAN BAHAN : Kompor, wadah, sendok pengaduk, PEMBAHASAN Berdasarkan hasil praktikum diperoleh hasil yogurt dengan tekstur yang lembut, warna agak kekuningan dan rasa yang asam. Komponen susu yang paling berperan dalam pembuatan yoghurt adalah laktose dan kasein .Laktose digunakan sebagai sumber energi dan karbon selama pertumbuhan biakan yoghurt dan pada prosesnya menghasilkan asam laktat. Dengan terbentuknya asam laktat maka tingkat keasaman susu juga akan meningkat. Kasein yang merupakan bagian protein yang terbanyak dalam susu mempunyai sifat sangat peka terhadap perubahan keasaman/pH, sehingga dengan menurunnya. pH susu sampai 4-6, akan menyebabkan kasein tidak stabil dan terkoagulasi dan padatan sehingga terbentuklah yogurt. Keaktifan dari biakan yoghurt sangat dipengaruhi oleh suhu inkubasi dan pH sekitarnya. Menurut Pederson, suhu optimum untuk pertum- buhan L. bulgaricus adalah 45°C sedangkan S. thermophiles pada suhu 37°C. L. bulgaricus merupakan bakteri yang bersifat asidurat atau mempunyai kondisi yang agak asam (pH 5,5) untuk pertumbuhan op- timumnya, sedang S.thermophilus menyukai kondisi pH lebih tinggi yaitu 6,5. Pada praktikum pembuatan yogurt ini kami melakukan inkubasi dengan suhu 45°C sesuai dengan panduan buku praktikum bioteknologi. REFERENSI Elan, Suherlan. 1994. Bioteknologi Bahan Pangan. Jurusan Pendidikan Biologi FMIPA IKIP Bandung. Sirait, Celly H. 2010. Proses Pengolahan Susu Menjadi Yogurt. Balai Penelitian Ternak Bogor KESIMPULAN Berdasarkan hasil dari pembuatan yoguert yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa yogurt yang dihasilkan belum baik karena terdapat bakteri yang tumbuh dengan cepat yang dapat terjadi karena 2 factor diantaranya penggunaan alat dan cara kerja yang tidak steril atau penambahan mikroorganisme (yakult) yang terlalu banyak sehingga terjadi ketidak seimbangan.