JEMI, Vol.6, No.1, Juni 2016 23 Pengaruh Kinerja Keuangan Perusahaan Bidang Kelautan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Terhadap Kualitas Laba Muh. Arifin Sri Ruwanti Firmansyah Kusasi (Universitas Maritim Raja Ali Haji) ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kinerja keuangan terhadap kualitas laba. Variabel-variabel kinerja keuangan yang diduga berpengaruh secara positif terhadap kualitas laba adalah variabel profitablitas sedangkan variabel yang diduga berpengaruh negatif adalah likuiditas dan leverage. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan objek penelitian adalah perusahaan yang bergerak dibidang kelautan. Penelitian dilakukan pada laporan keuangan tahunan yang konsisten dari tahun 2012-2014. Populasi perusahaan berjumlah 32 perusahaan bidang kelautan. Terdapat 12 perusahaan yang menjadi sampel penelitian dengan metode purposive sampling. Pengujian terhadap hipotesis yang diajukan dengan menggunakan regresi liner berganda. Hasil penelitian memberikan bukti empiris bahwa kinerja keuangan yang dilihat dari profitabilitas, likuiditas dan leverage secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kualitas laba. Secara individu profitabilitas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kualitas laba, likuiditas tidak berpengaruh dan leverage berpengaruh negatif terhadap kualitas laba. Keywords : Kualitas laba, profitabilitas, likuiditas, leverage PENDAHULUAN Laba yang tinggi jelas lebih disukai dari pada laba yang rendah karena dengan tingkat laba yang tinggi dinilai bahwa kinerja perusahaan itu baik, sehingga informasi laba memberikan efek positif bagi pengguna laporan keuangan. Kajian terkait laba harus dilakukan, hal ini berkaitan dengan kualitas dari informasi laba itu sendiri. Banyak peneliti yang mengungkapkan bahwa informasi laba yang ada pada laporan keuangan tidak selalu mencerminkan laba sesungguhnya atau laba tersebut diragukan kualitasnya (lihat Novianti, 2012; Riswan & Kesuma, 2014; Sukmawati, Kusmuriyanto, & Agustina, 2014; dan Maharani, 2015). Diindikasikan kualitas laba rendah karena dalam pelaporan laba akuntansi mengandung gangguan persepsian (Theacini & Wisadha, 2014). Ganguan muncul tidak terlepas dari adanya pemisahaan kepemilikan dalam mengelola perusahaan, hal ini diungkapkan Muid (2009), pemisahan kepemilikan dalam menjalankan