BIOLEARNING JOURNAL ISSN: 2406-8233 ; EISSN; 2406-8241 Volume 12, Agustue 2018 1 Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong AKTIVITAS LARUTAN TANAMAN SIRIH HUTAN (Piper aduncum L.) SEBAGAI PEMICU PERTUMBUHAN JAMUR MERANG (Volvariella volvaceae L) Fitriya Candra Dewi 1 .Aung Sumbono 1 . 2 . Andi Firmansyah 1 . Endang Gunaisah 3 1. Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong 2. Laboratorium Kimia MAN Model Kota Sorong 3. Akademi Perikanan Sorong fitriyacandradewi@gmail.com ABSTRAK Tujuan penelitian yakni untuk mengetahui aktivitas larutan tanaman sirih hutan (Piper aduncum L.) sebagai pemicu pertumbuhan jamur merang (Volvariella volvaceae). Penelitian ini merupakan eksperimen. Sampel adalah jerami tangkai buah padi, larutan hasil destilasi dari akar, batang, daun. Instrumen pengambilan data yakni dokumentasi, observasi, lup. Tempat penelitian di Laboratorium MAN Model Sorong dan Laboratorium MIPA UNIMUDA Sorong serta Laboratorium Pengamatan Hama Penyakit (LPHP) Sorong. Uji prasyarat menggunakan uji normalitas. Uji hipotesis menggunakan uji mann-whitney. Analisa data dilakukan dengan menggunakan statistik SPSS 16. Hasil penelitian diperoleh bahwa konsentrasi larutan akar terbaik yakni pada konsentrasi 25% a symp sig 2 tailed 0,280 > dari 0,05 pada hari ke 2. Konsentrasi larutan dari batang terbaik yakni 20% a symp sig 2 tailed 0,353 > dari 0,05 pada hari ke 5. Konsentrasi larutan dari daun terbaik yakni 30% a symp sig 2 tailed 0,353 > dari 0,05 pada hari ke 5. Larutan akar, batang dan daun secara keseluruhan dapat memicu pertumbuhan jamur Volvarialla volvaceae L dan yang terbaik adalah larutan dari daun dengan konsentrasi terbaik yakni 30% a symp sig 2 tailed 0,353 > dari 0,05 pada hari ke 5. Kata kunci: Sirih, jamur, Piper aduncum L., Volvariella volvaceae L ABSTRACH The purpose of the research is to know the activity of the forest plant betel (Piper aduncum L.) as the trigger for the growth of mushroom (Volvariella volvaceae). This research is an experiment. Samples are rice stalk straw, sample of distillation solution from roots, stems, leaves. Instrument of data collection that is documentation, observation, loop. Place of research in Laboratory of MAN Model Sorong and Laboratory of MIPA UNIMUDA Sorong and Laboratorium Pengamatan Hama Penyakit (LPHP) Sorong. The prerequisite test uses the normality test. Hypothesis test using mann-whitney test. Data analysis was performed using SPSS 16 statistic. The result showed that the best root concentration concentration was at concentration 25% a symp sig 2 tailed 0,280> from 0,05 at day 2. The concentration of the solution from the best stem is 20% a sq. 2 tailed symp. 0.353> from 0.05 on the 5th day. The concentration of the best leaf solvent is 30% a symp sig 2 tailed 0.353> from 0.05 on day 5. Root, stem and leaf solution as a whole can trigger the growth of Volvarialla volvaceae L fungus and the best is the leaf solution with the best concentration of 30% a symp sig 2 tailed 0.353> from 0,05 on day 5. Keywords: Betel, mushroom, Piper aduncum L., Volvariella volvaceae L 1 PENDAHULUAN Jamur telah dianggap sebagai bahan masakan di seluruh dunia, terutama untuk keunikan rasa dan telah dihargai oleh manusia sebagai keajaiban kuliner. Lebih dari 2.000 spesies jamur ada di alam, tapi sekitar 25 diterima secara luas sebagai makanan dan beberapa secara komersial dibudidayakan (Valverde. ME, et al, 2015). Jamur memainkan peran penting dalam kehidupan manusia karena berbagai manfaat. Praktek-praktek budidaya jamur dapat meningkatkan perekonomian negara dan dapat meningkatkan ketahanan pangan dengan pemanfaatan sumber daya alam (Semwal. KC, et al, 2014). Kerugian yang ditimbulkan oleh penyakit layu akibat jamur Verticillium tidak sedikit, terutama karena terjadinya penurunan hasil. Jumlah tanaman ubi kentang terinfeksi jamur Verticillium tidak berbeda nyata dengan tanaman sehat, tetapi bobot ubi kentang justru menurun bahkan sampai 50% (Suganda, 1995). Sedangkan di Kolumbia, Amerika Selatan, dilaporkan kerugian hasil tanaman kentang mencapai 100% (Malamud, 1989). Jenis-jenis jamur yakni dari jamur yang ringan sampai yang beracun dan mematikan (Aziz. S.M.A, et al, 2015). Jika dikonsumsi secara sengaja, menyebabkan masalah kesehatan yang parah dan dapat menyebabkan kematian, jamur beracun yang mematikan yakni genus Amanita terutama Amanita muscaria (Fly Agaric), Amanita virosa (Destroying angel), dan phalloides Amanita (Death cap), mengandung endotoksin yaitu, Phallotoxins dan Amatoxins. Phallotoxins menyebabkan sakit perut, otot kram, gagal ginjal diikuti dengan kematian. Amantoxin juga memiliki efek yang sama dengan kegagalan tuas, kerusakan pada ginjal, iritasi di saluran pernapasan diikuti dengan sesak napas dan pusing. Beberapa spesies lainnya yaitu: Galerina autumnalis, Conocybe filaris juga memproduksi racun