Abdul Moqsith ISTIQRO’ Volume 15, Nomor 01, 2017 41 3 KAJIAN TASAWUF AL-HARITS IBN ASAD AL-MUHASIBI STUDI KITAB AL-RI`AYAH LI HUQUQ ALLAH Abdul Moqsith Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Di lingkungan umat Islam, nama al-Muhasibi tidak cukup masyhur. Popularitasnya kalah dengan para yuniornya seperti al-Ghazali, Junaid al-Bagdadi, Abi al- Hasan al-Syadzili, dan Abdul Qadir al-Jilani. Bahkan, tasawuf al-Ghazali dan Junaid al-Baghdadi sudah menjadi madzhab tasawuf resmi organisasi keulamaan seperti Nahdlatul Ulama. Sementara al-Syadzili dan al- Jilani cukup terkenal di dunia tarekat terutama di kalangan para pengikut tarekat Syadziliyah dan tarekat Qadiriyah. Namun, di kalangan para pengkaji tasawuf, nama al- Muhasibi bukan nama asing. Buku-buku al-Muhasibi bahkan telah lama menjadi rujukan utama para sufi seperti al-Ghazali. Dengan terus-terang dalam al-Munqid min al-Dhalal Imam al-Ghazali mengakui keterpengaruhannya pada al-Muhasibi. Sedangkan Junaid al-Baghdadi adalah murid langsung dari al- Muhasibi. Junaid pun mengakui bahwa pilihan hidup dan kesukannya pada tasawuf sangat dipengaruhi al- Muhasibi. Begitu juga dengan sufi-sufi lain yang banyak mengutip tasawuf al-Muhasibi seperti al-Qusyairi, al- Sarraj, al-Hujwiri, dan lain-lain. Perujukan pada tasawuf al-Muhasibi tersebut bisa dimaklumi karena al-Muhasibi merupakan salah satu