PROFIL KEMAMPUAN MAHASISWA CALON GURU FISIKA DALAM MENDESAIN EKSPERIMEN PADA PERKULIAHAN EKSPERIMEN FISIKA 1 Heriansyah 1 , Febriyanti 1 Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, 30126, Indonesia Email: hheriansyah888@gmail.com Abstrak, Kegiatan eksperimen pada pembelajaran fisika di perguruan tinggi sangat perlu dikembangkan, terutama untuk mengetahui kemampuan mahasiswa dalam mendesain eksperimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kemampuan mahasiswa calon guru Fisika dalam mendesain eksperimen. Kegiatan desain eksperimen sangat sesuai menggunakan eksperimen yang bersifat open inquiry. Data penilaian kemampuan mahasiswa dalam mendesain eksperimen diperoleh melalui lembar observasi. Hasil observasi yang diperoleh menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa cukup baik dalam mendesain eksperimen. Adapun penilaian skor kemampuan mahasiswa pada tujuh aspek berada pada rentang 1,58 1,99. Dari ketujuh aspek penilaian diperlukan peningkatan kemampuan pada aspek penentuan jenis eksperimen dan aspek penyusunan laporan eksperimen. Kemampuan mahasiswa dalam mendesain eksperimen yang cukup menonjol berada pada aspek mengidentifikasi alat/bahan dan merangkai alat serta merumuskan prosedur dan pelaksanaan eksperimen. Kata kunci: desain eksperimen, open inquiry, pembelajaran fisika, mahasiswa fisika, eksperimen fisika. PENDAHULUAN Pembelajaran sains tidak dapat lepas dari kegiatan eksperimen, khususnya pada pembelajaran fisika. Kegiatan eksperimen merupakan metode pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mendapatkan pengalaman langsung dalam pembuktian hipotesis dari konsep materi yang sedang dipelajari. Metode eksperimen juga akan membimbing peserta didik untuk memperoleh keterampilan proses sains seperti mengamati, menganalisis, membuktikan dan menarik kesimpulan mengenai suatu objek (Susanti dan Phatoni, 2016). Menggunakan metode eksperimen pada pembelajaran fisika akan lebih efektif daripada menggunakan metode konvensional dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif dalam penguasaan suatu konsep. Dengan demikian kegiatan eksperimen dalam pembelajaran fisika menjadi topik yang perlu dikembangkan oleh para guru demi meningkatkan kemampuan berpikir bagi peserta didik. Mata kuliah eksperimen fisika merupakan salah satu mata kuliah fisika yang diterapkan dalam kurikulum program studi Pendidikan Fisika di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang. Mata kuliah ini diharapkan dapat memberikan keterampilan kepada mahasiswa calon guru fisika untuk merancang alat peraga eksperimen yang nantinya dapat digunakan di sekolah. Selain itu mata kuliah ini juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendesain eksperimen itu sendiri. Kegiatan eksperimen yang dilakukan di mata kuliah ini bersifat kegiatan eksperimen open inquiry. Eksperimen open inquiry ini dilaksanakan secara mandiri oleh mahasiswa. Open inquiry adalah eksperimen yang dilakukan dengan pemaparan konteks pemecahan masalah oleh dosen, selanjutnya mahasiswa diberi kesempatan untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah (Sarwi, 2010) Mahasiswa Pendidikan Fisika tidak boleh hanya memiliki kemampuan teori saja, namun harus dapat mengkaji teori tersebut dalam suatu pengalaman belajar secara konstruktivis. Pembelajaran fisika adalah pembelajaran yang mengedepankan proses penemuan, di mana peserta didik harus memiliki kemampuan berpikir, pemecahan masalah, bekerja ilmiah, bersikap ilmiah, dan dapat berkomunikasi dengan baik (Jumini, 2013). Belajar melalui pendekatan konstruktivisme akan meningkatkan kemampuan berpikir mahasiswa. Pembelajaran konstruktivis melalui eksperimen menjadi penting bagi mahasiswa calon guru Fisika untuk meningkatkan kemampuan serta keterampilan dalam belajar fisika. Kemampuan mahasiswa calon guru fisika dalam hal perancangan kegiatan eksperimen menggambarkan suatu tingkatan mutu guru fisika yang semakin baik. Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti melakukan penelitian mengenai “Profil Kemampuan Mahasiswa Calon Guru Fisika Dalam Mendesain Eksperimen Pada Perkuliahan Eksperimen Fisika 1”.