BUSINESS PLAN PENGOLAHAN ARANG BRIKET BATUBARA PT. INDONESIA COAL BRIQUETTE Oleh John E.H.J. FoEh 1 Amanda Kartikasari 2 Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kelayakan finansial dari teknik pengolahan batu baru menjadi arang briket oleh PT. Indonesia Coal Briquette sebagai agen PT. Penajam Prima Coal di Balikpapan Kalimantan Timur. Metoda analisis menggunakan asumsi-asumsi dan perhitungan kelayakan finansial dengan menggunakan beberapa indikator seperti; NPV, BCR, IRR termasuk rasio profitabilitas antara lain ROA, ROI and ROE, termasuk break-even analysis dan payback period. Hasil analisis menunjukan bahwa aktivitas bisnis perusahaan ini akan layak secara finansial atau menguntungkan. Hasil kalkulasi menunjukan bahwa nilai NPV adalah positif, BCR = 1,62 atau di atas 1 dan IRR adalah 46% atau lebih besar dari tingkat suku bunga yang digunakan dalam analisis ini. Sejalan dengan itu, semua nilai indikator profitabilitas adalah di atas 1% atau menguntungkan. Selanjutnya, payback period akan tercapai pada bulan ke 25 atau sesudah 2 tahun dan 1 bulan beroperasi. BEP dalam volume penangkapan adalah 225.380 ton dan dalam nilai Rp 2.809.367.816. Disimpulkan bahwa pembuatan arang briket batu bara oleh Indonesia Coal Briquette adalah layak secara finansial. Kata Kunci: analisis investasi, pengolahan batu bara, arang briket PENDAHULUAN Energi adalah sumber utama dari segala kegiatan dalam kehidupan, terutama dalam bidang industri dan rumah tangga. Konsumsi bahan bakar di Indonesia pada tahun 2011 sebesar 1,131 juta SBM (Setara Barel Minyak), dan diperkirakan akan mencapai 4,3 juta SBM pada tahun 2025 (Pikiran Rakyat Online, 21 Agustus 2012). Sebagian besar konsumsi energi adalah dengan menggunakan listrik, minyak bumi, dan gas, namun Pemerintah merencanakan pengurangan subsidi listrik hingga 90 triliun rupiah untuk meningkatkan konsumsi energi alternatif, seperti panas bumi, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), energi matahari, dan batubara. Selain itu, berdasarkan UU No. 30/2007 mengenai energi, pasal 20 ayat 4 dan 5, Pemerintah ingin meningkatkan penyediaan dan penggunaan energi terbarukan tersebut serta memfasilitasinya. Menipisnya cadangan minyak dan gas bumi seiring dengan harganya yang terus meningkat mengarah pada kebijakan Pemerintah agar masyarakat menggunakan energi terbarukan. Berdasarkan data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)P, cadangan batubara sebagai salah satu sumber energi masih dapat bertahan hingga 146 tahun ke depan, sementara cadangan minyak diperhitungkan hanya mampu mencapai 23 tahun (Suganal, 2009). Oleh sebab itu, sangat penting untuk mencari alternatif bahan bakar selain minyak tanah atau LPG (Liquid Petroleum Gas). Batubara dengan kalori rendah sangat 1 Guru Besar Ekonomi Sumberdaya Alam, Universitas Gunadarma Jakarta 2 Alumnus Fakultas Ekonomi, Universitas Pelita Harapan, Jakarta 2013. 1