KATA PENGANTAR................................................................................... i DAFTAR ISI .................................................................................................... ii PENDAHULUAN Latar Belakang..................................................................................... 1 Tujuan Penulisan Makalah....................................................................... 4 Metode Penelitian................................................................................... 4 TINJAUAN PUSTAKA Tanaman Andaliman .............................................................................. 5 Manfaat Andaliman .............................................................................. 7 HASIL DAN PEMBAHASAN Budidaya Andaliman........................................................................... 8 KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA PENDAHULUAN Latar belakang Indonesia adalah salah satu negara yang kaya akan sumber daya tanaman rempah – rempah. Begitu eksotinya rempah nusantara, perusahaan persatuan dagang Belanda untuk Hindia Timur atau VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie) sekitar 400 tahun lampau datang untuk menguasainya. Namun, setelah kita lepas dari tangan penjajah kekayaan ini belum sepenuhnya digali dan hanya mengandalkan komoditas primer. Industri pengolahan rempah tidak berkembang sebab petani dan pelaku usaha kurang memahami kebutuhan pasar ekspor yang menginginkan produk siap pakai yang telah diolah (Sihotang, 2008). Salah satu jenis rempah yang pemanfaatannya hingga sekarang masih sebatas komoditas primer adalah andaliman ( Zanthoxylum acanthopodium DC). Di Indonesia, tumbuhan rempah yang satu ini hanya terdapat di Kabupaten Toba Samosir dan Tapanuli Utara, Sumatera Utara, pada daerah berketinggian 1.500 m dpl. Selain di Sumatera Utara, andaliman yang masuk dalam famili Rutacea (keluarga jeruk – jerukan) terdapat di India, RRC, dan Tibet. Bentuknya mirip lada (merica) bulat kecil, berwarna hijau, tetapi jika sudah kering, agak kehitaman. Bila digigit tercium aroma minyak atsiri yang wangi dengan rasa yang khas getir sehingga merangsang produksi air liur (Ambarita, 2008).