1 Kajian Perencanaan Infrastruktur Persampahan dengan Masifikasi Komposter dan Gerakan Pilah Sampah (Studi Kasus Kecamatan Seberang Ulu 2, Palembang) Sitti Sarifa Kartika Kinasih 1 , Yuwono Aries 2 1 Universitas Indo Global Mandiri, Jl. Jendral Sudirman No.629 Km.4 Palembang 30129; 2 Universitas Indo Global Mandiri, Jl. Jendral Sudirman No.629 Km.4 Palembang 30129; * e-mail: siti.sarifah@uigm.ac.id ABSTRAK Data-data spider web per kawasan kumuh dalam dokumen Slum Improvement Action Plan (SIAP) 2015-2019 Kota Palembang menunjukkan bahwa permasalahan persampahan merupakan masalah yang dominan dibandingkan 6 indikator lainnya. Gas metan, dimana sampah organik adalah salah satu sumber utamanya, mempunyai efek rumah kaca 25 kali lebih besar dibandingkan gas CO2. Untuk itu diperlukan upaya penanganan sampah secara lebih strategis dan masif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perencanaan infrastruktur persampahan menggunakan komposter dan masifikasi gerakan pilah sampah. Pada penelitian ini dilakukan analisis SPSS untuk mengetahui respon masyarakat tentang pengelolaan sampah 3R, gerakan pilah sampah, dan bank sampah (menggunakan sampel sebanyak 377 responden berdasarkan pada Tabel Krejcie), serta analisis deskriptif induktif menggunakan data wawancara in depth. Dari penelitian ini diketahui bahwa 93,4% masyarakat Kecamatan Seberang Ulu 2 tidak tahu tentang 3R. Cara masyarakat membuang sampah adalah dengan dibakar dan dibuang ke TPS sebesar 41,4%, dibakar 27,3%, dan hanya 4,2% yang langsung diangkut tukang sampah. Terdapat potensi 3 pasar tradisional di Kecamatan Seberang Ulu 2 Palembang yang apabila direnovasi lantai atasnya dapat dimanfaatkan untuk bank sampah. Alasan keengganan memilah sampah sebanyak 38,7% karena tidak ada sarananya di rumah, 12,7% kurang waktu, 8,8% karena akhirnya dicampur kembali oleh pengangkut sampah. Masyarakat 81,4% setuju dan 18,6% cukup setuju bahwa pengelolaan sampah 3R, bank sampah dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Masyarakat seluruhnya setuju memilah sampah apabila ada bank sampah yang terjangkau dari rumah. Kesimpulannya yaitu manajemen pengelolaan sampah yang terbaik menurut semua perwakilan pemerintah lokal maupun masyarakat adalah bank sampah, daur ulang, dan pengomposan. Kata kunci: infrastruktur persampahan, masifikasi, komposter, gerakan pilah sampah