SEMINAR NASIONAL 2 ℎ Resitech-UMRI 2017 1 Keanekaragaman Pupulasi Seranga Air Sebagai Bioindikator di Sungai Siak Kota Pekanbaru Ejiadi, Yeeri Badrun, Novia Gesriantuti. Program Studi Biologi, Fakultas MIPA dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Riau. Email serasan12eji@gmail.com Abstrak-Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui jenis serangga air sebagai indikator cemaran air, Indeks Keanekaragaman dan Indeks Biotik dari serangga air. Penelitian ini menggunakan hand picking dan kick sampling. Serangga air yang ditemukan pada Sungai Siak sebanyak 15 famili, 6 famili di antaranya merupakan serangga bioindikator yang terdiri dari Chironomidae (Blood red dan Including Pink), Ephemerellidae, Libellulidae, Elmidae, Perlodidae. Serangga bioindikator yang paling banyak ditemukan adalah famili Chironomidae (Blood red) sebanyak 131 individu. Indeks Keanekaragaman berkisar antara 0,10–0,72 yang dikategorikan rendah. Nilai Indeks Dominansi paling tinggi terdapat pada Stasiun 6 sebesar 0,91 dan paling rendah pada Stasiun 3 yaitu sebesar 0,23. Indeks Biotik tertinggi terdapat pada Stasiun 6 sedangkan yang terendah pada stasiun 3. Indeks Kesamaan serangga bioindikator di Sungai Siak adalah 0,66. Kualitas pencemaran perairan Sungai Siak berdasarkan Indeks Biotik serangga bioindikator, pada Stasiun 3 tergolong seimbang, Stasiun 1 dan 2 tergolong cukup miskin dan pada Stasiun 4-6 sudah tergolong miskin. Kata Kunci: Serangga air, Bioindikator, Indeks Keanekaragaman, Indeks Dominansi, Indeks Biotik. I. PENDAHULUAN Sungai Siak merupakan salah satu sungai utama di Provinsi Riau, sungai ini membelah Kota Pekanbaru. Berbagai kegiatan berlangsung di sepanjang Sungai Siak seperti pelayaran kapal, beraneka industri serta pemukiman penduduk. Kegiatan tersebut diperkirakan akan berpengaruh dan memberikan dampak buruk terhadap sungai tersebut. Ditinjau dari nilai Total Disolved Solid (TDS), pH, konduktivitas listrik dan kandungan logam, Sungai Siak Kota Pekanbaru dapat dikatakan sudah tercemar karena semua parameter tersebut berada di atas nilai standar baku mutu air untuk industri di Indonesia menurut Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 04 Tahun 2010 [1]. Perairan muara Sungai Siak merupakan perairan muara yang menampung berbagai materi yang masuk dari banyak kegiatan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Siak (domestik, pertanian/perkebunan, industri, pertambangan, dan lainnya) maupun yang berasal dari perairan sendiri (transportasi, kegiatan bongkar-muat barang dari kapal, dan lainnya). Keseluruhan masukan ini cukup berpengaruh terhadap kualitas perairan. Secara fisik, kualitas perairan muara Sungai Siak ditandai dengan rendahnya tingkat kecerahan dan tingginya berbagai partikel yang melayang-layang dalam perairan, sehingga cukup berpengaruh terhadap derajat keasaman (pH) dan terhadap produktivitas perairan yang ditandai dengan rendahnya kelimpahan plankton, walaupun dari kandungan fosfatnya cukup tinggi [2]. Tingkat cemaran ekosistem perairan dapat diukur dengan pemanfaatan bioindikator. Biondikator adalah organisme hidup seperti tanaman, plankton, hewan, dan mikroba, yang digunakan sebagai tanda perubahan kesehatan ekosistem alami di lingkungan atau organisme yang memiliki sensitifitas terhadap kondisi lingkungan sehingga dapat digunakan sebagai tanda terjadinya perubahan pada lingkungan tersebut [3]. Salah satu kelompok yang penting dari organisme di ekosistem air yaitu serangga air. Serangga air merupakan kelompok serangga yang sebagian hidupnya berada di badan air seperti sungai [2] &[4]. Serangga air merupakan indikator yang baik bagi kualitas air. Beberapa dari serangga air sensitif terhadap polusi sedangkan sebagian dapat hidup dan berkembang biak terhadap polusi [5]. Keberadaan serangga sangat tergantung pada ketersediaan energi dan sumber makanan untuk melangsungkan hidupnya, seperti bahan organik [6]. Pada ekosistem perairan serangga air berperan dalam siklus nutrien dan merupakan komponen penting dari jaringan makanan di perairan [7]. Penetilian tentang keanekaragaman serangga air sebagai bioindikator telah pernah dilakukan diantaranya tentang Keanekaragaman Jenis dan Kelimpahan Populasi Serangga Air Sebagai Indikator Biologis Cemaran Air Pada DAS di Langowan, diperoleh hasil bahwa pada aliran sungai yang memiliki Indeks Keanekaragaman serangga tinggi juga diperoleh Indeks Biotik yang tinggi, hal ini menunjukkan bahwa aliran sungai tersebut sudah tercemar [8]. Sampai saat ini penelitian tentang keanekaragaman serangga air di Sungai Siak belum pernah dilakukan, oleh karena itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Keanekaragaman Populasi Serangga Air Sebagai Bioindikator di Sungai Siak, Pekanbaru”. 1.1. Batasan Masalah