Jurnal Mekanika dan Sistem Termal, Vol. 2(2), Agustus 2017 :21-26 © JMST - ISSN : 2527-3841 ; e-ISSN : 2527-4910 Jurnal Mekanika dan Sistem Termal (JMST) Journal homepage: http://e-journal.janabadra.ac.id/index.php/JMST Original Article Analisis Tingkat Kebisingan Knalpot Sepeda Motor Produk Industri Kecil Eko Subandono 1 , Sukoco 1 , Mochamad Syamsiro 1, * 1 Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Janabadra, Jl. T.R. Mataram 55-57 Yogyakarta 55231 *Corresponding author: E-mail: syamsiro@janabadra.ac.id Abstract Automotive industry is one of the promising sector which is growing very fast recently. One of the important automotive component products is exhaust muffler. The present work aims to experimentally study the noise level generated from the racing type of muffler produced from small and medium industry compared with the standard type from the original products. The noise level measurement of motorcycle muffler has been conducted with several parameters including muffler types, glasswool filling, and silencers. The results showed that the increase in engine speed increased the noise generated from motorcycle muffler. Furthermore, the results also showed that the muffler noise level of racing type muffler is much higher than those of the standard muffler noise level. The highest noise level is obtained by HRP muffler, while the lowest is Tegal muffler. Glasswool filling in the muffler reduced the noise level for all four types of racing type mufler. Full glasswool filling can reduce the noise level significantly. The number and dimension of the silencer in the muffler have the prominent effect on the noise level. The increae of hole number in the silencer will be able to reduce the noise level. Keywords Muffler; Noise level; Motorcyle; Silencer; Small industry. 1. Pendahuluan Salah satu bidang industri yang cukup menggeliat dan tumbuh begitu cepatnya adalah industri otomotif. Dengan tingkat kebutuhan akan kendaraan bermotor di Indonesia yang tinggi membuat para investor dari luar negeri menjadi sangat tertarik untuk menanamkan investasinya di Indonesia. Masuknya industri otomotif luar negeri tentunya harus didukung pertumbuhan industri lokal sebagai pendukung dan pemasok komponennya. Di sisi lain, penyediaan bahan bakar alternatif yang berkelanjutan juga harus mulai disiapkan seperti biodiesel dari minyak jelantah (Setiawan et al., 2017). Secara bertahap industri lokal pun mulai tumbuh di berbagai kota di berbagai daerah, baik skala menengah maupun industri kecil. Tentunya ini menjadi harapan bagi perkembangan industri otomotif Indonesia. Agar mampu bersaing dengan industri-industri besar dan produk dari luar negeri, tentunya perlu untuk memperhatikan kualitas produk yang dihasilkan. Salah satu produk komponen industri otomotif adalah knalpot. Banyak parameter yang harus mendapat perhatian diantaranya adalah kemampuan meredam suara, dimana kepadatan lalu lintas yang semakin meningkat menyebabkan terjadinya peningkatan kebisingan suara yang diakibatkan oleh kendaraan bermotor. Knalpot sebagai sumber bising akan menjadi kekhawatiran tersendiri karena cukup membahayakan bagi manusia di sekitarnya. Hasil penelitian kebisingan alat transportasi telah dilaporkan oleh beberapa peneliti. Hasil penelitian Subagyo (2003) pada jalur kereta api di beberapa tempat di Yogyakarta menujukkan bahwa tingkat kebisingan pada jarak 10 meter dari jalur rel rata-rata diatas 80 dB bahkan ada yang melebihi 90 dB. Angka ini telah melebihi ambang batas yang telah di tentukan sesuai keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup bahwa untuk daerah pemukiman tingkat kebisingan yang di ijinkan adalah 55 dB (Tabel 1). Padahal di sekitar jalur kereta api telah banyak bermunculan