Al-Tsiqoh: Islamic Economy and Da’wa Journal e-ISSN: 2502-8294, Volume 2(03) 2017, pp. 18-30 http://e-journal.ikhac.ac.id/index.php/altsiqoh1 Abu Lahab: Tangan dan Kebinasaan (Analisis Tafsir Ayat 1 (satu) Surat Tabbat) Asyhad Abdillah Rosyid Institut KH. Abdul Chalim (IKHAC), Mojokerto 1 asyhad87@gmail.com Abstract Abu Lahab is one of prophet Muhammad’s uncle, named ‘Abd al-‘Uzza bin ‘Abd al-Mut}t}alib bin Ha>shim bin ‘Abd Mana>f bin Qus}ay. His efforts in opposing Islamic da’wah were very fierce, against and injure prophet Muhammad SAW, his own nephew. Those were done by his own hands by throwing stones to the prophet when delivering risa>lah al-tauh}i>d in times and places more where Muhammad being a preacher. For his deed, Allah SWT specially called in chapter Tabbat verse 1 (one), which the hands of Abu Lahab will come to the destruction. This destruction not only to his hands but his body thoroughly. However, hand is the word chosen by the Qur'an to be mentioned. This could raise the hypothesis that what is meant by the word handin the intended verse imply not only metaphor but also literal meaning, and hand in the sense of the initial cues of Abu Lahab's destruction process. Keywords: Abu Lahab, Tabbat, Hand, Destruction Abstrak Abu Lahab adalah salah satu paman Nabi Muhammad SAW, bernama ‘Abd al-‘Uzza bin ‘Abd al- Mut}t}alib bin Ha>shim bin ‘Abd Mana>f bin Qus}ay. Usahanya dalam memusuhi dakwah Islam sangat keras, menentang dan tidak segan melukai Nabi Muhammad SAW keponakannya sendiri. Usaha tersebut dilakukannya menggunakan tangannya sendiri dengan melempari Nabi tatkala menyampaikan risa>lah al-tauh}i>d di waktu dan tempat dimana Nabi berdakwah disitulah Abu Lahab mengikuti dan melemparinya dengan batu, di gunung, pasar, jalan dan lainnya. Atas usaha tersebut, Allah SWT menyebutnya secara khusus dalam ayat 1 (satu) surat Tabbat, bahwa tangan Abu Lahab akan binasa. Kebinasaan tersebut tidak hanya berakibat pada tangannya, tetapi diri Abu Lahab secara utuh akan merasakan kebinasaan. Tetapi tangan adalah redaksi yang dipilih oleh al-Qur’an untuk disebutkan. Ini dapat melahirkan hipotesis bahwa yang dimaksud redaksi tangan pada ayat yang dimaksud tidak hanya bermakna kiasan, tetapi dapat bermakna tangan dalam arti sebenarnya dan tangan dalam arti isyarat awal dari sebuah proses kebinasaan Abu Lahab. Kata kunci: Abu Lahab, Tabbat, Tangan, Binasa 1. Pendahuluan Abu Lahab adalah paman Nabi Muhammad SAW sekaligus besannya atas pernikah Ruqaiyyah bint Muhammad SAW dengan ‘Utbah bin Abi Lahab dan Umm Kulthu>m dengan ‘Utaibah bin Abi Lahab. Silsilahnya dengan Rasulullah bertemu pada kakeknya ‘Abd al-Mut}t}alib, serta Abu Lahab juga seorang tokoh Quraisy dari Bani Ha>shim 2 dan gelarnya adalah Abu> ‘Utaibah. 3 1 INSTITUT PESANTREN KH. ABDUL CHALIM. Jl. Raya Tirtowening No. 17 Bendunganjati Pacet, Mojokerto Website: http://ikhac.ac.id Email: Info@ikhac.ac.id 2 Ahmad bin ‘Abd al-Hali>m bin ‘Abd al-Sala>m Ibn Taimiyah, Tafsi>r Su>rat al-Masad (Riyad}: Markaz Tafsi>r li al- Dira>sa>t al-Qur’a>niyah, t.th), 55. 3 Tim Ahli Tafsir dibawah pengawasan Shaikh S{afiyu al-Rahma>n al-Muba>rakfu>ry, Shahih Tafsir Ibnu Katsir, Jilid 9, terj. Tim Pustaka Ibnu Katsir (Jakarta: Pustaka Ibnu Katsir, 2013), 747.