PENGARUH BRAND IMAGE TERHADAP BRAND TRSUT SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP BRAND LOYALITY (PRODUK DODOL PT. HERLINAH CIPTA PRATAMA) Dr. Wati Susilawati, SE., M.Si 1 ; Wufron, SE., M.S.M 2 1 Fakultas Ekonomi Universitas Garut w.susilawati@uniga.ac.id 2 Fakultas Ekonomi Universitas Garut wufron@uniga.ac.id Abstrak Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh brand image terhadap brand trust serta implikasinya terhadap brand loyallity. Penelitian ini menggunakan sampel jumlah pelanggan pada PT Herlinah Cipta Pratama dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer yang didapatkan melalui penyebaran kuesioner kepada para pelanggan perusahaan dengan kriteria yang telah ditentukan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi dengan variabel mediasi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa brand image berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand trust, brand image berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand loyallity, brand trust berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand loyallity, serta didapat kesimpulan bahwa brand image dapat berpengaruh signifikan terhadap brand loyallity melalui brand trust. Kata kunci: Brand Image, Brand Trsut, Brand Loyality. 1. Pendahuluan Berkembangnya penjualan produk makanan ringan dapat meingkatkan inovasi setiap aktivitas bisnis pada segmen usaha tersebut, seperti berdirinya perusahaan yang melakukan inovasi produk menggabungkan produk tersebut dengan produk unik lainnya dan mendirikan perusahaan central oleh-oleh bagi para wisatawan. Hal ini bukti berkembangnya kegiatan usaha pada produk tertentu. Semakin berkembang aktivitas usaha produk tersebut dapat meningkatkan strategi persaingan setiap unit usaha dalam mendapatkan konsumen yang loyal bagi perusahaan. Persaingan perusahaan untuk memperebut konsumen tidak lagi hanya melihat kegunaan utama produk tersebut tetapi sudah memperhatikan merek produk yang memberikan citra tertentu terhadap konsumen. Fungsi utama produk sebagai komoditas hanya menjelaskan kegunaan yang ditukarkan seusi dengan keinginan konsumen, tetapi merek dapat menjelaskan secara detail informasi dari produk. Makanan ringan tidak lagi menjadi produk sekunder yang dipandang sulit dalam penjualannya terutama makan ringan atau cemilan yang identik menjadi khas suatu daerah dapat dilakukan inovasi dalam penjualannya, seperti memanfaatkan kegiatan wisata dapat menghasilkan konsumen yang loyal dengan memperhatikan citra peroduk dan kepercayaan konsumen terhadap produk yang dihasilkan. Keinginan konsumen yang semakin beragam terhadap suatu produk menuntut produk tersebut untuk menghasilkan fitur dan fungsi yang beragam juga dalam memberikan kepercayaan strategis keputusan konsumen untuk memilih produk tersebut. Bentuk penilaian inilah yang perlu