MEKANIKA Volume 15 Nomor 2, September 2016 52 EVALUASI SENSITASI PADA BAJA TAHAN KARAT 316 MENGGUNAKAN ALAT UJI KEMAMPUKERASAN TYPE JOMINY Hanna Zakiyya 1 , Novi Sukma Drastiawati 2 1 Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia 2 Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya, Kampus Ketintang Surabaya 60231 Email: hannazakiyya@gmail.com, novidrastiawati24@yahoo.com Telp : 031-8280009 Keywords : Abstract : Jominy Korosi batas butir Sensitasi, ss 316. Pengamatan sensitasi akibat pemanasan pada baja tahan karat 316 pada penelitian ini, dilakukan menggunakan alat bantu uji end quenching tipe Jominy. Sensitasi pada baja tahan karat dapat terjadi pada rentang temperatur 450-870oC dengan temperatur rentan penggetasan 650oC. Sensitasi dapat diminimalisir dengan melakukan pendinginan cepat, maka untuk mengetahui kecepatan pendinginan kritis, dilakukan pendinginan menggunakan spesimen uji Jominy ASTM A 255 sehingga diperoleh gradien temperatur dan gradien struktur mikro pada spesimen Jominy. Pemanasan dilakukan menggunakan tungku induksi dengan temperatur 650, 850 dan 1050oC untuk mendapatkan temperatur simulasi daerah HAZ pada pengelasan. Pengamatan struktur mikro dilakukan pada penampang melintang spesimen tepat pada garis tengah spesimen (1,27 cm dari lingkar luar spesimen). Metalografi dilakukan pada tiga titik 1, 5 dan 9 cm dari ujung end quench spesimen Jominy. Hasil memperlihatkan bahwa penggunaan alat uji Jominy dapat membantu pengamatan sensitasi. Terjadi variasi besar butir dengan besar butir maksimum mencapai 92,110 dan 142 μm untuk perlakuan 650, 850 dan 1050oC secara berurutan. Komposisi fasa juga berubah dipengaruhi oleh pemanasan dan kecepatan pendinginan. Semakin lama proses pendinginan, semakin banyak perlit yang terbentuk. Hasil pengamatan memperlihatkan mulai terbentuknya segregasi pada temperatur 850oC, namun diperlukan pengujian lain untuk mengetahui jenis segregasi tersebut sehingga belum dapat di klasifikasikan sebagai karbida krom. PENDAHULUAN Sensitasi adalah fenomena yang terjadi pada baja tahan karat austenitik ketika terpapar temperatur tinggi dengan range 450 hingga 870 o C. Fenomena ini cenderung terjadi pada saat pengelasan, karena terbentuknya senyawa karbida pada area batas butir yang mengakibatkan area yang bertetangga langsung dengan batas butir menjadi kekurangan krom (Cr). Area ini sangat rentan diserang korosi yang disebut dengan korosi batas butir (intergranular corrosion). Pada beberapa penelitian disebutkan bahwa sensitasi yang terjadi pada temperatur 650 o C juga menyebabkan terjadinya penggetasan baja tahan karat austenitiik [1]. Tingkat kerusakan akibat korosi intergranular dapat dikurangi dengan melakukan pendinginan cepat (quenching) pada material yang terpapar temperatur sensitasi. Namun perlakukan quenching tidak dapat menghidari sensitasi pada material-material tebal, khususnya pada area bagian tengah material[2]. Dengan menganalisa kecepatan pendinginan pada silinder uji berdiameter 1/8”, telah ditemukan bahwa sensitasi pada material yang diberi laku quenching lebih cepat terjadi pada rentang temperatur 800-900 o C dibanding dengan material yang dipanaskan pada temperatur 1000 o C. Material yang dipanaskan pada range temperatur sensitasi lebih rendah membutuhkan laju pendinginan yang lebih tinggi untuk menghindari terjadinya sensitasi[3]. Maka untuk membantu deteksi terjadinya sensitasi pada baja tahan karat austenitik, alat uji kemampukerasan type Jominy diharapkan dapat digunakan untuk memperoleh perbedaan laju pendinginan pada satu spesimen uji sehingga perubahan mikrostruktur yang terjadi juga akan bervariasi. Baja Tahan Karat 316 adalah baja tahan karat austenitik yang banyak digunakan pada aplikasi temperatur tinggi. Baja ini memiliki kadar karbon yang cukup tinggi yaitu 0,25%. Karbon merupakan agent pembentuk karbida krom yang akan mendorong terjadinya sensitasi pada baja tahan karat austenitik, salah satu cara untuk menghindari sensitasi adalah