BAB III TRANSISI PEMBERLAKUAN KALENDER MASEHI GREGORIAN DALAM DUNIA INTERNASIONAL A. Transisi Kalender Masehi Gregorian Sistem kalender Masehi (Gregorian) yang sekarang digunakan, berakar dari sistem kalender Julian yang merupakan perbaikan sistem kalender (penanggalan Romawi). Reformasi kalender ini dilakukan oleh Julius Caesar pada tahun 45 SM dengan bantuan seorang ahli matematika dan astronomi Alexandria yang bernama Sosigenes, dengan mempergunakan panjang satu tahun Syamsiyah (365,25 hari). Sistem kalender ini yang kemudian dikenal dengan sistem kalender Julian. Menurut konvensi dari kalender Julian, tahun yang habis dibagi 4 adalah tahun kabisat (366 hari) dan yang lainnya adalah tahun basithoh (365 hari). Dalam sistem kalender Julian ditemukan adanya pergeseran (semu) sistematis kedudukan matahari terhadap titik Aries (sekarang titik Pisces) pada tanggal yang sama setiap tahunnya, yaitu pada saat matahari melintasi ekuator langit atau saat matahari ke arah titik vernal equinox tidak dapat dipertahankan pada tanggal tertentu (21 Maret). Setiap 128 tahun besarnya pergeseran itu adalah 1 hari. Hal ini disebabkan karena perbedaan panjang 1 tahun kalender Julian (365,25 hari) dengan panjang 1 tahun tropis rata-rata matahari (365,2422 hari) yaitu sebesar 0,0078 hari per tahun. 14