Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol.2 No.1 Januari 2013 | 35 Studi Struktur dan Konstruksi Bangunan Tradisional Rumah ‘Pencu’ di Kudus Budi Sudarwanto dan Bambang Adji Murtomo (1) (1) Staf Pengajar pada Program Sarjana, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro. Abstrak RUMAH PENCU adalah satu bentuk griya jawa berkarakter joglo dengan teknologi dan konstruksi tradisional. Bangunan ini memiliki fungsi sebagai rumah tinggal, dimana struktur dan konstruksi rumah pencu menunjukan keunikan bangunan yang simetris dan tahan/lentur terhadap gempa. Pendekatan penelitian menggunakan ‘rasional-kualitatif’ dengan analisa pemahaman melalui eksplorasi matriks 4-4 (matriks atas 4 variabel penelitian). Tujuan penelitian untuk memperoleh karakter sistem struktur dan konstruksi bangunan tradisional rumah pencu di Kudus. Hasil penelitian menunjukan bahwa sistem struktur merupakan struktur rangka-batang dengan ikatan antar di titik simpul tidak permanen dan merespon adanya gempa, dengan bangunan inti rumah pencu adalah rong-rongan (sokoguru). Sedangkan sistem konstruksi merupakan sistem bongkar- pasang atau knockdown, dimana cara mendirikan bangunan adalah dengan merakit bagian perbagian dari bagian bawah, tengah, dan atas. Wujud bentuk yang terbangun merupakan implikasi lugas atas sistem struktur dan konstruksi yang terjadi dimana sistem tersebut lentur terhadap gaya lateral. Akhirnya bahwa bangunan rumah pencu tersusun atas 3 (tiga) bagian, bagian kepala, bagian badan, dan bagian kaki. Kata-kunci : rumah pencu, sistim struktur dan konstruksi, lentur terhadap gempa. Pendahuluan Arsitektur rumah tradisional merupakan wujud paling nyata dari kebudayaan. Budaya bertempat tinggal pada satu lingkungan dan tempat yang mapan untuk berkehidupan. Salah satu bentuk rumah tradisional adalah Rumah Pencu yang merupakan satu wujud budaya dan sosial ekonomi masyarakat kota Kudus. Budaya masyarakat kota pesisiran yang memiliki keunikan bermukim dan bertempat tinggal. Keunikan bertempat tinggal disini dari rumah pencu telah menunjukan kultur budaya masyarakat kota kudus yang memiliki kesejahteraan ekonomi yang mapan. Rumah pencu memiliki ukiran sebagai satu ukuran tingkat ekonomi pemiliknya, semakin rumit ukiran yang ada pada rumah pencu tersebut menunjukan tingkat kekayaan penghuninya. Sering rumah pencu ini disebut dengan rumah adat kota Kudus. Gambar 1. : Rumah Pencu Kudus (1) Sejalan dengan berjalannya waktu rumah pencu menunjukan adanya penurunan