Jurnal Sistem Informasi Volume.3, 2016 ISSN: 2406-7768 1 Sistem Pengambilan Keputusan Penentuan Lokasi Tempat Pembuangan Akhir (Tpa) Sampah Menggunakan Metode Simple Addictive Weighting (Saw) Yani Sugiyani Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknologi Informasi Universitas Serang Raya J. Raya Cilegon Serang Drangong Taktakan Kota Serang Banten Indonesia yani.sugiyani@gmail.com Abstract- Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktifitas manusia maupun alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Sampah berasal dari rumah tangga, pertanian, perkantoran, perusahaan, rumah sakit, pasar, dan lain-lain. Permasalahan sampah menjadi keluhan seluruh masyarakat desa maupun kota, oleh karena itu perlu ditangani agar tidak menimbulkan masalah yang berkelanjutan. Terdapat beberapa permasalahan yang sudah timbul terkait dengan operasional Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yaitu pertumbuhan penyakit, pencemaran udara, asap pembakaran, gangguan kebisingan dan dampak sosial terhadap warga sekitar lokasi TPA. Banyak cara mengatasi permasalahan sampah tersebut salah satunya dengan mengadakan lokasi TPA sampah. TPA merupakan tempat dimana sampah mencapai tahapterakhir dalam pengelolaannya sejak mulai timbul di sumber, pengumpulan, pemindahan/pengangkutan, pengolahan dan pembuangan. TPA merupakan tempat dimana sampah diisolasi secara aman agar tidak menimbulkan gangguan terhadap lingkungan sekitarnya. Kabupaten Pandeglang merupakan salah satu kabupaten yang berada di wilayah Provinsi Banten. Dalam setiap unit kerja yang ada pada Dinas Kabupaten Pandeglang, terdapat salah satu Dinas yang bertugas mengelola kebersihan yaitu Dinas Cipta Karya, Penataan Ruang dan Kebersihan. . Oleh karena itu, pemerintah Kabupaten Pandeglang khususnya Dinas Cipta Karya Kabupaten Pandeglang dengan adanya sistem pendukung keputusan akan sangat membantu Dinas Cipta Karya dalam menentukan lokasi TPA sampah. Dengan SPK ini pemerintah Kabupaten Pandeglang akan lebih mudah dalam menentukan lokasi TPA. Metode yang di pakai dalam sistem ini adalah metode Simple Addictive Weighting (SAW) yang merupakan suatu model pendukung keputusan yang seringjuga dikenal istilah metode penjumlahan terbobot dari rating kerja pada setiap alternatif pada semua atribut. Metode SAW ini cukup efektif dalam menyederhanakan dan mempercepat proses serta hasil pengambilan keputusan yang merupakan metode yang cukup fleksibel dan dapat membuat keputusan yang terbaik dan tepat untuk menentukan lokasi TPA sampah rekomendasi di Kabupaten Pandeglang. Kata Kunci : sampah, TPA, lokasi, Simple Addictive Weighting (SAW), pengambilan keputusan I. PENDAHULUAN Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktifitas manusia maupun alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Sampah berasal dari rumah tangga, pertanian, perkantoran, perusahaan, rumah sakit, pasar, dan lain-lain. Permasalahan sampah menjadi keluhan seluruh masyarakat desa maupun kota, oleh karena itu perlu ditangani agar tidak menimbulkan masalah yang berkelanjutan. Terdapat beberapa permasalahan yang sudah timbul terkait dengan operasional Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yaitu pertumbuhan penyakit, pencemaran udara, asap pembakaran, gangguan kebisingan dan dampak sosial terhadap warga sekitar lokasi TPA. Banyak cara mengatasi permasalahan sampah tersebut salah satunya dengan mengadakan lokasi TPA sampah. TPA merupakan tempat dimana sampah mencapai tahapterakhir dalam pengelolaannya sejak mulai timbul di sumber, pengumpulan, pemindahan/pengangkutan, pengolahan dan pembuangan. TPA merupakan tempatdimana sampah diisolasi secara aman agar tidak menimbulkan gangguan terhadap lingkungan sekitarnya Kabupaten Pandeglang merupakan salah satu kabupaten yang berada di wilayah Provinsi Banten. Dalam setiap unit kerja yang ada pada Dinas Kabupaten Pandeglang, terdapat salah satu Dinas yang bertugas mengelola kebersihan yaitu Dinas Cipta Karya, Penataan Ruang dan Kebersihan. Dinas Cipta Karya, Penataaan Ruang dan Kebersihan Kabupaten Pandeglang merupakan Dinas yang bertugas mengelola air bersih, penyehatan lingkungan, pembangunan gedung, pemetaan dan pemanfaatan ruang termasuk TPA, kebersihan, pertamanan, dan pengolaan limbah. Dalam Program kerja Dinas Cipta Karya dalam menentukan lokasi TPA membutuhkan sebuah sarana yang dapat membantu Dinas Cipta Karya dalam menentukan lokasi TPA yang tepat. Sarana yang dapat digunakan adalah dengan membuat sebuah sistem pendukung keputusan penentuan