KERJA SAMA SMKN2 YANG BERSINERGI DENGAN INDUSTRI DAN PERUSAHAAN YANG MEMERLUKAN JASA DIBIDANG PENDIDIKAN DI SMK April 17, 2013 Uncategorized BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Observasi Tingkat keberhasilan pembangunan nasional Indonesia disegala bidang akan sangat bergantung pada sumberdaya manusia sebagai aset bangsa. Untuk mengoptimalkan dan memaksimalkan perkembangan seluruh sumberdaya manusia yang dimiliki, dilakukan melalui pendidikan, baik melalui jalur pendidikan formal maupun jalur pendidikan non formal. Perkembangan dunia pendidikan saat ini sedang memasuki era yang ditandai dengan gencarnya inovasi teknologi, sehingga menuntut adanya penyesuaian sistem pendidikan yang selaras dengan tuntutan dunia kerja. Pendidikan harus mencerminkan proses memanusiakan manusia dalam arti mengaktualisasikan semua potensi yang dimilikinya menjadi kemampuan yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat luas. Salah satu lembaga pada jalur pendidikan formal yang menyiapkan lulusannya untuk memiliki keunggulan di dunia kerja, diantaranya melalui jalur pendidikan kejuruan dengan berbagai bidang keahlian. Pendidikan kejuruan ini merupakan program pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran pemuda dalam usia aktif kerja di Indonesia. Nantinya diharapkan sekolah-sekolah kejuruan mampu menghasilkan tenaga lulusan yang berkeahlian dan berkompeten sesuai program keahlian yang ditempuh selama di sekolah. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diberi amanah oleh undang-undang untuk menyiapkan sumberdaya manusia yang siap memasuki dunia kerja dan menjadi tenaga kerja yang produktif. Lulusan SMK idealnya merupakan tenaga kerja yang siap pakai, dalam arti langsung bisa bekerja di dunia usaha dan industri. Permasalahan SMK saat ini pada umumnya terkait dengan keterbatasan peralatan, masih rendahnya biaya praktik, dan lingkungan belajar yang tidak serupa dengan dunia kerja. Kondisi ini bisa menyebabkan ketidaksiapan lulusan dalam memasuki dunia kerja. Ketidaksiapan lulusan SMK dalam melakukan pekerjaan yang ada di dunia kerja mempunyai efek domino terhadap industri pemakai, karena industi harus menyelenggaraan pendidikan didalam industri untuk menyiapkan tenaga kerjanya. Dengan demikian pihak industri harus mengalokasikan biaya ekstra diluar biaya produksi. Sebenarnya pihak industri dan pihak sekolah memiliki keterbatasan masing-masing dalam membentuk dan mendapatkan tenaga kerja siap pakai. Pihak sekolah memiliki keterbatasan dalam pembiayaan dan penyediaan lingkungan belajar, sementara pihak industri memiliki keterbatasan sumberdaya pendidikan untuk membentuk tenaga kerja yang dibutuhkan. Oleh karena itu untuk mendapatkan lulusan SMK yang siap pakai, maka kedua belah pihak semestinya melakukan upaya, atau paling tidak keterlibatan industri untuk ikut menyusun program pelatihan. Di Negara-negara maju, peran Industri ditunjukkan secara nyata berupa kerjasama program, dukungan finansial untuk penelitian dan beapeserta didik. Bahkan di beberapa negara peran industri ini sudah menjadi kewajiban karena telah ada undang-undang yang mengaturnya. Paling tidak dunia usaha dan industri yang telah secara nyata membangun kerjasama dengan sekolah diberi insentif dengan memberikan keringanan pajak. Dengan adanya kerjasama ini telah terbukti lulusannya dapat laku di pasar kerja. 1.2 Rumusan Masalah Observasi 1. Bagaimana peran industri untuk sekolah? 2. Apa tujuan dan manfaat kerjasama sekolah dengan industri? 3. Apa saja pola kerjasama sekolah dengan industri? 4. Bagaimana cara sekolah mempromosikan sekolahnya kepada DU/DI? 5. Teknik apa yang digunakan sekolah untuk bersinergi dengan DU/DI? 6. Bagaimana prosedur kerjasama sekolah dengan DU/DI? 1.3 Tujuan Observasi 1. Menjelaskan peran industri untuk sekolah. 2. Menjelaskan tujuan dan manfaat kerjasama sekolah dengan industri.