Fani Susanto: Perbedaan Pembobotan T2 Turbo PERBEDAAN PEMBOBOTAN T2 TURBO SPIN ECHO (TSE) MRI BRAIN POTONGAN AXIAL ANTARA PENGGUNAAN SENSITIVITY ENCODING (SENSE) DENGAN TANPA SENSE : EVALUASI PADA SIGNAL TO NOISE RATIO (SNR) DAN SCAN TIME Fani Susanto 1 , A. Gunawan Santoso 2 , Bagus Abimanyu 3 1 Poltekkes Kemenkes Semarang 2 Dokter Spesialis Radiologi Rumah Sakit dr Kariadi Semarang 3 Poltekkes Kemenkes Semarang e-mail: fanisusanto28@gmail.com INTISARI Backgroud: Pada pemeriksaan MRI brain sering menjumpai pasien yang non kooperatif, sehingga membutuhkan teknik akuisisi cepat. Teknik paralel imaging sensitivity encoding (SENSE) memanfaatkan informasi spasial koil RF phased array untuk mengurangi waktu akuisisi dengan mengurangi baris sampling K space sehingga menghasilkan kualitas dan spasial resolusi yang baik, namun memiliki keterbatasan yaitu pengurangan signal to noise ratio (SNR). SENSE digunakan bersama pulsa sekuens MRI salah satunya turbo spin echo (TSE). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan SNR dan scan time pada pembobotan T2 TSE MRI brain potongan axial antara penggunaan SENSE dengan tanpa SENSE. Methods: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimental. Pengambilan data dilakukan pada bulan Mei sampai Juni 2016 di Unit Radiologi Rumah Sakit Premier Bintaro dengan menghitung SNR melalui software untuk region of interest (ROI) dan menghitung scan time melalui penghitung waktu scan pada monitor workstation. Analisis data dilakukan uji statistik dengan aplikasi SPPS 16 menggunakan uji T-berpasangan dan secara deskriptif. Results: Dari hasil uji statistik diketahui bahwa SNR pada pembootan T2 TSE antara penggunaan SENSE dan tanpa SENSE diperoleh p-value 0,000 (p<0,05). Hal ini dikarenakan encoding antara kedua citra tersebut berbeda, pada citra pembobotan T2 TSE tanpa SENSE terdapat penggunaan pulsa 180 0 mendekati TE efektif sehingga shallow gradien menghasilkan echo maksimal, sedangkan pada citra pembobotan T2 TSE menggunakan SENSE terdapat pengurangan baris phase encoding pada K space dan adanya g-factor menyebabkan SNR berkurang. Dari hasil analisis secara deskriptif diketahui bahwa scan time pada pembobotan T2 TSE antara penggunaan SENSE dan tanpa SENSE diperoleh reduksi scan time selama 1 menit 24 detik (49,01%). Hal ini dikarenakan teknik akuisisi antara kedua citra tersebut berbeda, pada citra pembobotan T2 TSE tanpa SENSE terdapat ETL dalam pengisian K space, sedangkan pada citra T2 TSE menggunakan SENSE terdapat R- factor menyebabkan sampling tidak mengisi semua K space sehingga waktu scanning berkurang. Conclusion: Terdapat perbedaaan SNR dan scan time pada pembobotan T2 TSE MRI brain potongan axial antara penggunaan SENSE dengan tanpa SENSE. Keywords : SENSE, SNR, Scan Time, T2 TSE, MRI Brain Axial PENDAHULUAN Saat ini pemeriksaan magnetic resonance imaging (MRI) merupakan pemeriksaan rutin di rumah sakit besar. Pada prinsipnya hampir seluruh organ tubuh dapat diperiksa dengan MRI. Pemeriksaan MRI 90% dilakukan pada organ kepala dan vertebra sedangkan sisanya 10 % untuk pemeriksaan organ yang lain (Rasad, 2011). Pada pemerikaan MRI kepala, pulsa sekuens yang digunakan salah satunya adalah turbo spin echo (TSE) dengan pembobotan T2 (Westbrook, 2014). Pulsa Sekuens adalah serangkaian even yang meliputi pulsa radio frekuensi (RF), pengaktifan gradien dan pengumpulan sinyal yang dilakukan untuk menghasilkan gambaran MRI. Salah satu pulsa sekuens yang biasa digunakan adalah sekuens TSE. TSE adalah sekuens spin echo dengan multipel 180 0 refokus radio frekuensi (RF) pulsa setelah satu pulsa 90 0 untuk menghasilkan deretan echo (Bitar dkk, 2006). Menurut Westbrook (2014), sekuens TSE banyak digunakan untuk citra pembobotan T2 dikarenakan nilai scan time yang diperoleh menjadi singkat dan juga penggunaan sekuens TSE akan meningkatkan nilai signal to noise ratio (SNR). Signal to noise ratio (SNR) dan scan time merupakan dua faktor yang menentukan kualitas citra MRI. SNR adalah perbandingan antara besarnya amplitudo sinyal dengan amplitudo noise. Sedangkan scan time adalah waktu dalam melengkapi data akuisisi. Nilai SNR dan scan time sangat berpengaruh terhadap kualitas citra yang dihasilkan. Nilai SNR sangat tergantung dari sinyal yang didapatkan dari organ, semakin tinggi nilai sinyal yang ada pada organ maka nilai SNR juga akan semakin tinggi. Sedangkan nilai scan time sangat penting untuk diperhatikan karena waktu scanning yang lama menyebabkan kemungkinan adanya pergerakan pasien selama akuisisi yang tentunya mempengaruhi kualitas citra yang akan dihasilkan (Westbrook dkk, 2011). Pemeriksaan MRI kepala khususnya brain, potongan axial merupakan “gold standard” untuk pemeriksaan MRI brain dikarenakan dapat memperlihatkan organ lebih jelas dibandingkan dengan potongan yang lainnya (Liney, 2006). Pada pemeriksaan MRI brain, seringkali menjumpai pasien yang merasa kurang nyaman dikarenakan lamanya pemeriksaan, sehingga menyebabkan citra yang dihasilkan menjadi kurang optimal dan mengurangi informasi diagnostik. Salah satu cara yang dapat mengurangi scan time adalah dengan menggunakan teknik akuisisi paralel atau teknik paralel imaging. Teknik paralel imaging yang biasa digunakan salah satunya adalah sensitivity encoding atau SENSE. SENSE adalah salah satu teknik paralel imaging yang menggunakan citra yang dibentuk oleh koil phased array. Rekonstruksi SENSE dapat mempercepat pengisian K space