SEMINAR NASIONAL & CALL FOR PAPERS PRODI ILMU PERPUSTAKAAN UM 2017 “ Rekonstruksi Peran Perpustakaan dan Pustakawan di Era Informasi” Malang, 30 Agustus 2017 - ISBN : 978-602-60077-1-1 93 | Iswanda F. Satibi, Meinia Prayesti, Puput Ayu R., Sofia Nur Aisyah - Sikap Pemerintah Daerah Terhadap Repositori Institusi Dan Open Access SIKAP PEMERINTAH DAERAH TERHADAP REPOSITORI INSTITUSI DAN OPEN ACCESS Iswanda F. Satibi, Meinia Prayesti, Puput Ayu R., Sofia Nur Aisyah Universitas Airlangga Abstrak Revolusi gerakan Open Access (OA) di berbagai institusi selama hampir dua dekade terakhir telah menempatkan institutional repository (IR) sebagai salah satu saluran alternatif pendukung komunikasi ilmiah, serta pengelola konten digital yang dihasilkan oleh institusi. Saat ini beberapa institusi pemerintah juga turut berperan dalam mengembangkan IR guna mendukung kegiatan penelitian, baik yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BAPPEDA) maupun lembaga atau individu di luar pemerintahan. Penelitian ini secara spesifik bertujuan untuk mengidentifikasi sikap dan peranan pemerintah daerah Kabupaten Pamekasan dalam mengadopsi IR. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah kuisioner dengan komposisi lima pertanyaan berskala Likert, empat pertanyaan tertutup, dan satu pertanyaan terbuka. Data hasil kuisioner dianalisa dan ditabulasi menggunakan perangkat lunak Qualtrics untuk menentukan tingkat adopsi dan sikap dari informan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa sebagian besar responden memahami konsep IR dan Open Access, serta memiliki sikap positif yang didukung motivasi kuat untuk berpartisipasi di dalamnya. Meskipun IR dianggap penting oleh sebagian besar responden, 84% responden menyadari bahwa karya mereka tidak cukup baik dalam hal kualitas untuk disebarluaskan secara global. Selain itu, penyalahgunaan terhadap karya mereka merupakan hal yang ditakuti oleh sebagian besar responden. Berbeda dengan hasil penelitian sebelumnya, responden pada penelitian ini tidak mengalami kendala serius terkait dengan perangkat teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Studi mengenai IR di lingkungan pemerintah daerah merupakan isu baru di Indonesia. Oleh sebab itu, terlepas dari kelemahan metodologi dan jumlah responden, penelitian initelah mengidentifikasi isu terkait tingkat adopsi dan sikap pemerintah daerah terhadap kebaradaan IR. Kata kunci: open access, repositori institusi, sikap, Pamekasan PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dewasa ini semakin banyak diminati insititusi maupun lembaga pemerintahan dengan implementasi teknologi berbasis website (web-based) dan internet. Penggunaan teknologi tersebut di lingkungan Pemerintahan Pusat maupun Daerah bertujuan untuk menunjang kegiatan administratif dan pelayanan publik. Lebih jauh, Pemerintah Daerah (Pemda) telah menyadari peranan TIK dalam kaitanya dengan manajemen pengetahuan (knowledge management) untuk mendukung upaya pengembangan daerah dan meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap isu sosial, budaya, politik, dan ekonomi. Salah satu parameter peningkatan kualitas manajemen pengetahuan pada tingkatan Pemda adalah terwujudnya sebuah sistem terintegrasi