Nama :khofifah NIM :180384204015 1. Bagaimana peran guru dalam pengelolaan peserta didik di sekolah? Dalam penerimaan siswa, para guru dapat dilibatkan untuk ambil bagian. Di antara mereka dapat ditunjuk menjadi panitia penerimaan yang dapat melaksanakan tugas- tugas teknis mulai dari pencatatan penerimaan sampai dengan pelaporan pelaksanaan tugas. Dalam masa orientasi, tugas guru adalah membuat agar para siswa cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolah barunya. Peranan guru dalam hal ini sangat penting, karena andaikata terjadi salah langkah pada saat pertama, dapat berakibat kurang menguntungkan bagi jiwa anak untuk waktu-waktu selanjutnya. Untuk pengaturan kehadiran siswa di kelas, guru mempunyai andil yang besar juga. Guru diharapkan mampu mencatat/ merekam kehadiran ini meskipun dengan sederhana akan tetapi harus baik. Data kehadiran ini dimungkinkan untuk bahan pertimbangan penilaian terhadap siswa, misalnya sebagai pertimbangan dalam menetapkan kenaikan kelas. Dalam memotivasi siswa untuk senantiasi berprestasi tinggi, guru juga harus mampu menciptakan suasana yang mendukung hal tersebut. Hal ini dapat mereka lakukan misalnya dengan membuat grafik prestasi belajar siswa-siswanya. 2. Apa tujuan dan manfaat dari manajemen pendidikan ? Tujuan dan manfaat menejemen pendidikan yaitu terwujudnya suasana belajar dan proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, menyenangkan, dan bermakna. 3. Prinsip utama supervisi pendidikan diantaranya adalah: (1) bukan mencari kesalahan tetapi mencegah kesalahan, (2) membantu personil sekolah dalam mengatasi permasalahan di sekolah. Jelaskan apa maksud kalimat pada poin 1 dan 2 tersebut! supervisi sekolah pada prinsipnya bertujuan untuk memperbaiki kualitas dan mutu sekolah. Ini berarti supervisi adalah sebuah alat untuk mengukur kemampuan kinerja personil yang berada di lingkungan sekolah. Prosesnya melalui pengamatan secara langsung dan kemudian mengevaluasi kekurangan yang ada. Kekurangan yang tersebut bukanlah kesalahan multak, namun dalam rangka perbaikan. Mencari kesalahan sama saja mengintrogasi, lembaga pendidikan seperti sekolah formal tidak dapat disejajarkan dengan sistem sekolah militer yang bersifat introgasi, supervisi di sekolah dilakukan berdasarkan standar kompetensi guru dan karyawan. Untuk lebih mendalami hakikat supervisi, berikut ini saya akan menjelaskan secara detail apa dan bagaimana seharusnya supervisi dilakukan.