Seminar Nasional Hukum Universitas Negeri Semarang 238
https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/snh
© 2018. Fakultas Hukum, Universitas Negeri Semarang
Relevansi “Makar” dalam #2019GantiPresiden
Siti Faridah
Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang
Dinamika peristiwa pemilihan umum yang terjadi di Indonesia
menyebabkan negara Indonesia memiliki kualitas demokrasi yang rendah
yaitu peringkat 68 dari 167 negara, masih kalah dengan Timor Leste yang
menduduki peringkat 48. Demokrasi merupakan sebuah pandangan hidup
yang mengutamakan persamaan. Secara umum demokrasi di Indonesia
yaitu flawed democracy, ditandai dengan adanya pemilihan umum yang
bebas dan adil serta menghormati kebebasan sipil, namun memiliki
kelemahan dalam pemerintahan yang signifikan, budaya politik yang
belum terlalu sehat, dan rendahnya tingkat partisipasi politik. Tidak lama
lagi pemilihan umum (pemilu) di Indonesia akan berlangsung pada tahun
2019. Jauh sebelum itu telah ada gerakan bernama #2019GantiPresiden
yang memanas akhir-akhir ini. Situasi yang mencekam diantara keduanya
berpotensi mengarahkan kedalam keributan yang akan terjadi. Ketidak
akuran justru terjadi diantara para elit politik yang ada dibelakang mereka.
#2019GantiPresiden dibalas oleh oposisi dengan tagar lain yang tertulis
#Jokowi2Periode. Politik yang terjadi jauh sebelum ditetapkannya nama
calon oleh komisi pemilihan umum menyebabkan kondisi masyarakat
semakin memanas. Pendukung Jokowi menyebut gerakan
#2019GantiPresiden merupakan upaya makar terhadap pemerintahan yang
sah sementara di oposisi yang lain menyebut pelanggaran terhadap
kebebasan demokrasi (seperti yang terjadi pada era orde baru).
Permasalahannya adalah apakah bisa kebebasan berpendapat dan
mengemukakan suara dikaitkan dengan makar, padahal negara kita adalah
negara demokrasi? atau apakah mungkin pemerintahan yang sekarang
hanya ketakutan dengan gerakan yang dilakukan oleh massa mengenai
#2019GantiPresiden? lalu apakah istilah makar relevan jika dipakai untuk
masa milenial seperti saat ini? #2019GantiPresiden selalu menjadi pro dan
kontra dimasyarakat hingga saat ini.
The dynamics of the general election events that took place in Indonesia caused
Indonesia's country to have a low democratic quality, which ranked 68 out of 167
countries, still inferior to Timor Leste which was ranked 48. Democracy is a life
view that prioritizes equality. In general, democracy in Indonesia, namely flawed
democracy, is characterized by the existence of free and fair elections and respect
for civil liberties, but has significant weaknesses in government, a less healthy
political culture, and a low level of political participation. Soon the general
elections in Indonesia will take place in 2019. Long before that, there was a
movement called #2019ChangePresident. The president was heating up lately.
The tense situation between the two has the potential to lead into the commotion
Seminar Nasional Hukum Universitas Negeri Semarang
Volume 4 Nomor 2 Tahun 2018, 238-249
Fakultas Hukum, Faculty of Law
*Surel: sfaridah99@gmail.com
ISSN (Cetak) 2614-3216 ISSN (Online) 2614-3569
© 2018 Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang
https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/snh
http://fh.unnes.ac.id