FANATISME AGAMA DAN TAQLID BUTA SEBAGAI PEMICU RADIKALISME DI KOTA MANADO PERSPEKTIF ISLAM Misbahul Munir Makka, Anisa Jihan Tumiwa, Mohammad Hidayatullah A.K Husein Institut Agama Islam Negeri Manado Abstrak Fanatisme agama dan taqlid buta merupakan tindakan abnormal yang dianggap normal oleh segelintir orang yang kian hari kian semerbak baunya dan mengundang halayak ramai untuk berbondong bondong melihat dan bahkan ikut serta dalam kegiatan tersebut. Fanatisme Adalah suatu sikap penuh semangat yang berlebihan terhadap suatu segi pandangan atau suatu sebab. Perilaku fanatik ditunjukan untuk menghina dalam hal tertentu, tetapi sebenarnya merupakan individu atau kelompok yang memiliki keyakinan atau pemahaman terhadap sesuatu secara berlebihan. Taqlid buta adalah sebuah sikap seseorang untuk mengikuti paham tanpa mengetahui dasar hukum yang jelas mengenai suatu permasalahan. Baik fanatisme agama dan sikap taqlid buta adalah pemicu dari datangnya radikalisme dan hal yang membuat paham radikalisme dalam beragama menjadi semakin kuat karena kurangnya rasa toleransi. Rasa ini semakin lama semakin langka konflik yang dikarenakan perbedaan agama membuat sikap toleransi menjadi semakin berkurang. Sikap saling menghargai pendapat satu sama lain dapat mencegah dari datangnya sikap fanatik dan taqlid buta yang menyebabkan paham radikalisme ini muncul. Keywords : Fanatisme Agama, Taqlid Buta, Fanatisme dan Taqlid Buta Perspektif Islam PENDAHULUAN Fanatisme agama dan taqlid buta merupakan tindakan abnormal yang dianggap normal oleh segelintir orang yang kian hari kian semerbak baunya dan mengundang halayak ramai untuk berbondong bondong melihat dan bahkan ikut serta dalam kegiatan tersebut. Dalam hal ini fanatisme agama yang dilakukan lebih condong ke arah negatif tidak berbedah jauh dengan taqlid buta, orang menjadi fanatik terhadap agama yang dianut karena kebanyakan dari mereka hanya sekedar Mengikuti apa yang diniliai dan apa yang diikuti kebanyakan orang tanpa menengok kembali pada landasan hukum yang sebenarnya dapat menjadi rem untuk hal-hal yang berbau negatif. Namun hal tersebut tidak diindahkan seperti fenomena yang terjadi, kali ini penulis mengecilkan ruang lingkup pembahasan khusus di kota nyiur melalambai yang beberpa pekan lalu telah terjadi pencegalan seorang habib secara besar-besran yang mengatas namakan ormas adat minahasa dibandara Samratulangi, hal itu hanya salah satu contoh fenomena yang terjadi dikota manado, mengingat penulis adalah warga asal kota manado dan penulis tertarik untuk mengkaji lebih dalam atas fenomena fenomena yang terjadi dan membuat khawatir masyarakat kota manado dan bahkan isu-isunya membuat gempar para penduduk dunia maya.