Tradisi Upacara Adat Patorani di Kecamatan Galesong Selatan 1 Adelia Lasro Forwaty Sinaga A. Latar Belakang Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki kepulauan terbanyak di dunia. Sebagian besar wilayahnya terdiri atas lautan yang terbentang luas dimana pada daerah pesisir pantainya terdapat banyak nelayan yang dapat ditemui di negeri ini (Nurlina, 2015:1). Kepulauan Indonesia yang memiliki wilayah pesisir luas dihuni oleh berbagai macam suku yang dimana masing-masing suku memiliki banyak perbedaan dimulai dari bahasa hingga kebudayaan atau tradisi. Kebudayaan atau adat istiadat menjadi hal sangat penting bagi masyarakat karena merupakan ciri khas yang membedakannya dengan masyarakat lain dan juga warisan dari para leluhurnya yang merupakan bagian dari budaya bangsa. Sulawesi Selatan, tepatnya di daerah Galesong terdapat sekumpulan penduduk yang melaksanakan ritual yang biasanya disebut ritual atau upacara patorani. Pelaksanaan upacara adat patorani merupakan suatu kebiasaan orang terdahulu yang sampai sekarang masih dilaksanakan. Melaksanakan upacara adat patorani dikarenakan merupakan suatu kebiasaan (Sugianto, 2017:4). Alasan lain masih dilaksanakannya upacara ini adalah karena merupakan warisan turun temurun dan merupakan integral dari kebudayaan pendukungnya yang berguna sebagai norma dan nilai budaya yang telah berlaku (Nurlina, 2015: 2) Alasan penulis mengambil judul ini ialah karena tertarik untuk mengkaji lebih dalam lagi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan peaksanaan upacara ini. Tujuan lainnya yaitu untuk mengetahui: 1. Bagaimana latar belakang munculnya upacara adat patorani?; 2. Bagaimana proses pelaksanaan upacara patorani? dan; 3.Apa pengaruh upacara patorani terhadap kehidupan sosial budaya masyarakat sekitar? B. Tinjauan Pustaka Dalam meneliti judul “Upacara Adat Patorani di Kecamatan Galesong Selatan”, penulis perlu mengetahui pengertian dari tradisi dan upacara adat. 1. Tradisi 1 Artikel ini merupakan tugas akhir mata kuliah WSBM Kelas Kesmas C, FKM Universitas Hasanuddin 2018.