Seminar Nasional Unisla 2018, 3 Oktober 2018 Litbang Pemas – Universitas Islam Lamongan Litbang Pemas Unisla ISBN: 978-602-62815-4-9 121 RANCANGAN DIMENSI PADA TAMBANG TERBUKA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KERUSAKAN LINGKUNGAN YANG DIAKIBAT OLEH AIR ASAM TAMBANG Yudha Gusti Wibowo 1 , Hutwan Syarifuddin 2 1 Mahasiswa Magister Ilmu Lingkungan Universitas Jambi 2 Kelompok Keahlian Magister Ilmu Lingkungan Universitas Jambi yudhagustiwibowo26@gmail.com ABSTRAK The mining industry can cause various environmental problems related to biophysical aspects. One of the problems that often occurs in the mining industry is the formation of acid mine drainage (AMD). Some of the efforts that can be done to prevent the formation of AMD are to make a sump. The sump will also assist in water management efforts so as not to interfere with the production operation process.The source of water that enters the mining area comes from surface runoff water and direct rainfall. Sump in October made with base area of 500m2, a width of 400m2 and depth 10m. The sump was made with base area of 1000m2, width 750m2 and a depth of 10m in November. Sump in December is made with base area of 1000m2, width of 755m3 and depth 10m with one side made to form a 45o slope to facilitate the maintenance sump. Kata Kunci : Environmental Problems, Mining Industry, AMD, Sump. 1. PENDAHULUAN Batubara adalah sisa tumbuhan dari jaman prasejarah yang berubah bentuk yang awalnya berakumulasi dirawa dan lahan gambut (World Coal Institue, 2016). Konsumsi batubara meningkat dua kali lipat sejak tahun 2010 dan pada tahun 2015 batubara menjadi bahan bakar dominan Indonesia (41,1% dari konsumsi energi) (BP Statistical, 2016). Peningkatan pengunaan batubara sebagai bahan bakar di Indonesia turut memicu banyaknya perusahaan tambang di seluruh daerah di Indonesia, tercatat perusahaan batubara di provinsi Jambi sebanyak 1037 perusahaan dengan kapasitas produksi sebesar 5,6 juta ton. (Kementrian ESDM Provinsi Jambi, 2012). Seluruh perusahaan tambang batubara di Provinsi Jambi menggunakan metode tambang terbuka, metode ini akan menyebabkan cekungan yang luas dan besar sehingga akan menyebabkan terakumulasinya air pada area penambangan. Akumulasi air yang masuk ke lantai tambang berasal dari air limpasan permukaan, air hujan yang langsung masuk ke lantai tambang dan seepages pada dindinig tambang (Badhurahman, 2017) sementara pada lokasi penelitian tidak ditemukan adanya seepages pada dinding tambang, hal ini dikarenakan sistem penambangan yang mengunakan metode stripe mine sehingga tidak ditemukan adanya seepages. Kegiatan penambangan dengan menggunakan metode tambang terbuka akan merubah kondisi bentang alam sehingga akan mempengaruhi aspek biogeofisik (Marganingrum & Noviardi, 2009). Dampak terhadap aspek kualitas air merupakan salah satu dampak penting yang diakibatkan oleh kegiatan pertambangan batubara (Gautama, 2012) utamanya apabila aspek kualitas air yang akan mempengaruhi daerah aliran sungai yang di akibatkan oleh air asam tambang (AAT) (Supriyon et al, 2015). Desain sump yang direkomenasikan oleh peneliti berbentuk trapesium dengan salah satu sisi membentuk slope sebesar 45 o untuk memudahkan maintenance sump apabila sump mengalami pendangkalan yang diakibatkan oleh material lumpur. Slope pada salah satu sisi akan memudahkan alat berat untuk melakukan pengambilan material lumpur yang sering menyebabkan pendangkalan sump, selain itu slope di salah satu sisi juga akan memudahkan dalam memindahkan pompa dalam proses dewatering. Diperlukan perencanaan penyaliran yang baik agar air yang telah menggenangi maupun air yang akan masuk ke lokasi tambang dalam dikendalikan tanpa harus menggangu aktivitas penambangan. Perencanaan sistem penyaliran yang baik meliputi; perencanaan sump yang mampu menampung volume air yang masuk ke dalam area penambangan, rancangan pompa dan head yang sesuai agar dapat mengalirkan air ke area kolam pengendapan untuk dilakukan pengolahan sebelum dikembalikan ke area badan sungai (Tumpol et al, 2014). Penelitian dilakukan pada pit Donggang Utara PT Manggala Alam Lestari (MAL), lokasi penelitian dipilih karena desain sump yang dimiliki oleh perusahaan belum tepat sehingga air yang