ABSTRAK Manajemen Seni Pertujukan Tradisonal Batak Karo Tembut-Tembut Seberaya (Perspektif Pariwisata) Pariwisata budaya merupakan perjalanan dan aktivitas yang secara autentik merepresentasikan cerita masyarakat. Sumber daya ini mengarah pada cara hidup, termasuk seni pertunjukan dan musik. tembut-tembut seberaya adalah contoh kasus dalam penelitian ini. tembut-tembut memuat berbagai masalah yang membuatnya layak untuk diteliti. Permasalahan tersebut seperti duplikasi, tidak terdapatnya kalender event wisata, kurangnya perhatian, dan fungsi yang masih bertentangan dengan agama. Semua hal ini mengerucut pada satu kemungkinan yaitu “kepunahan”. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian pun dilakukan dengan menggunakan manajemen seni pertunjukan tradisional yang berdasar pada teori perencanaan pariwisata Hall (2009). penelitian dilakukan dalam tiga tahap, pertama: identifikasi potensi wisata budaya tembut-tembut seberaya berdasarkan bentuk, fungsi dan makna, kedua: memastikan prospek bisnis yang ada di dalamnya namun tetap pada pakem sustainable tourism development, ketiga: menentukan strategi dan program yang tepat untuk mengantar solusi terhadap permasalahan tersebut. Untuk mendapatkan hal tersebut peneliti menggunakan data kualitatif dengan teknik wawancara mendalam dan analisa SWOT agar mampu mengantar peneliti pada clustering berbagai daya dukung. Didapati bahwa seni pertunjukan ini harus dijawab oleh beberapa strategi dan program seperti Strategi Kerjasama; Strategi Promosi, Strategi Pemberdayaan Masyarakat, Strategi peningkatan kenyamanan dan keamanan melalui lembaga pengamanan; Strategi Kreatif / Desain Atraksi Wisata, Strategi Perbaikan Penunjang Pariwisata Di Destinasi Wisata. Dimana ada berbagai program yang direomendasikan seperti Program Kerjasama Pemasaran dengan Biro Perjalanan Wisata, Pengadaan event atau festival tembut-tembut seberaya, Program Peningkatan Kenyaman dan Keamanan Destinasi Wisata, Program Untuk Wisatawan, Program Kreatif/Desain Atraksi Wisata, Program kerjasama dengan travel agent, Program kerjasama dengan pemerintah, Program wisata lainnya (program tambahan), Membentuk lembaga pengelola khusus antara masyarakat dengan aktivitas pariwisata, Program Regenerasi, Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), Program Pemberdayaan Masyarakat, Pengadaan Pintu Masuk dan Papan Nama Kawasan, Perbaikan sarana wisata seperti perbaikan toilet, pengadaan kantor lembaga masyarakat dan pariwisata, pengadaan panggung hiburan yang khusus untuk sajian tembut-tembut seberaya. Apabila seluruh strategi dan program ini diperhatikan secara seksama, maka akan menggambarkan berbagai guratan keunggulan dan permasalahan tembut-tembut seberaya sebagai komoditas budaya yang membutuhkan pemecahan masalah. Hasil penelitian diharapkan mampu mengungkapkan, menjelaskan dan mengelompokkan guratan tersebut sehingga dapat tercipta suatu tahapan solusi dalam perspektif pariwisata budaya yang berkelanjutan. Kata Kunci: Seni Pertunjukan Tradisional, Tembut-Tembut Seberaya, Teori Perencanaan Pariwisata Hall dan Manajemen Seni Pertujukan Wisata