Jurnal Ilmiah Peternakan 3 (1) : 14-20 (2015) ISSN : 2337-9294 14 INVENTARISASI TUMBUHAN BERKHASIAT UNTUK PENGOBATAN INFEKSI CACING PADA TERNAK DI SUB DAS KRUENG SIMPO PROVINSI ACEH Inventory of Anthelmintic Plant use in Livestock at Sub DAS Krueng Simpo Aceh Province Iryani 1 , Eka Arjuliska 2 , Yasir 1 , Hafizuddin 5 , Sitti Zubaidah 1 , Suryani 1 , Yusmadi 1,4 , dan Rini Fitri 3 1 Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Almuslim 2 Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Almuslim 3 Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Almuslim 4 Balai Pembibitan Ternak Unggul – Hijauan Pakan Ternak Indrapuri 5 Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala e-mail: rinnie_fitrie@yahoo.co.id ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendapatkan data dan informasi serta dokumentasi jenis-jenis tumbuhan obat yang berkhasiat untuk obat cacing pada ternak yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat peternak di sub DAS Krueng Simpo. Pengumpulan data tanaman obat dengan melakukan penjelajahan diseluruh Sub DAS Krueng Simpo yang dijadikan kawasan peternakan. Penginventarisasian dilakukan dengan berbagai sumber panduan pustaka Inventarisasi Tumbuhan Berkhasiat Obat. Data singkat berupa nama jenis, nama lokal, famili, serta manfaatnya disusun dalam sebuah tabel. Setiap tumbuhan yang digunakan sebagai bahan obat dalam pengobatan infeksi cacing pada ternak difoto dan diambil contohnya. Keterlibatan masyarakat/peternak diperoleh melalui wawancara dengan teknik wawancara semi struktural yang berpedoman pada daftar pertanyaan seperti: nama lokal tanaman, bagian yang dimanfaatkan, manfaatnya, cara pemanfaatannya, status tanaman (liar/budidaya) dan lainnya. Data yang didapat dari hasil penelitian ini dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian, Terdapat 9 jenis dari 7 familia tumbuhan berkhasiat sebagai obat infeksi cacing pada ternak di lokasi penelitian. Bagian tumbuhan yang digunakan sebagai obat infeksi cacing pada ternak berupa daun, batang, buah, bunga, rimpang, umbi, dan daging akan tetapi yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Sub DAS Krueng Simpo adalah daging. Banyak kesamaan cara pemanfaatan (pengolahan) obat untuk infeksi cacing pada ternak yang terdapat di Sub DAS Krueng Simpo. Kata kunci : Sub DAS, Krueng Simpo, obat cacing, tumbuhan berkhasiat, kawasan peternakan ABSTRACT This study aims to obtain data and information and documentation of plant species are efficacious drugs for de-worming in cattle that has been utilized by the farmers in Sub DAS Krueng Simpo. The data collection of medicinal plants by browsing around the Sub DAS Krueng Simpo used as animal husbandry area. Inventory performed with various sources of literature guide Efficacious Medicinal Plant Inventory. Data type short form of the name, local name, family, and the benefits are arranged in a table. Each of the plants used as medicine in the treatment of worm infections in cattle photographed and sampled to be collected.. The involvement of community/ farmer obtained through interviews with semi-structural interview techniques which are based on a list of questions such as: local names of plants, parts used, its benefits, to utilization, status of the plant (wild / cultivated) and others. Data obtained from this study were analyzed descriptively. The results of the study, there are 9 types of 7 families of plants as a medicine worm infections in cattle in the study site. Part used as medicine worm infections in cattle in the form of leaves, stems, fruit, flowers, rhizomes, tubers, and the meat but the most widely used by the people of Krueng Simpo subzone is meat. Many similarities utilization (processing) medicine for worm infections in livestock that area in Sub DAS Krueng Simpo. Key words : Subzone, Krueng Simpo, anthelmintic, nutritious plants, animal husbandry area PENDAHULUAN Tumbuhan (tanaman) sebagai makhluk hidup memiliki banyak mamfaat untuk kehidupan manusia sebagai makanan dan obat-obatan. Abdiyani (2008) mengatakan pengobatan mengunakan tumbuhan pada manusia telah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia, seiring meningkatnya pengetahuan jenis penyakit, semakin meningkat juga pengetahuan tentang pemanfaatan tumbuhan untuk obat- obatan. Darmayanti dan Wuryanti (2010) menambahkan penggunaan obat tradisional kini semakin banyak diminati karena jarang menimbulkan efek samping yang serius, seperti halnya penggunaan obat-obat. Tanaman obat mempunyai hubungan yang erat dengan masyarakat, baik sebagai