1 Strategi Penanganan Bad Debt Layanan Fixed Broadband di Apartemen AB (Studi Kasus di Provider XYS) Handling of Bad Debt Strategy for Fixed Broadband Services in Apartment X (Case Study at Provider XYZ) Sri Priyo Hutomo (1806155996) 1) , Iwan Krisnadi 2) 1,2 Manajemen Telekomunikasi, Program Pasca Sarjana, Fakultas Teknik Universitas Indonesia 1,2 Jl. Salemba Raya No. 4, Jakarta 10430 sri.priyo@ui.ac.id 1) , iwan.krisnadi.dr@gmail.com 2) Abstrak – Salah satu permasalahan dalam suatu perusahaan provider fixed broadband adalah tingginya bad debt pelanggan khususnya di hunian vertikal atau apartemen. Hal ini tentu saja sangat berpengaruh kepada perusahaan terkait dengan biaya modal dan operasional yang sudah dikeluarkan relative sangat besar, sehingga jaminan ketertagihan layanan diharapkan bisa maksimal. Metode yang dipergunakan dalam hal penanganan bad debt ini berdasarkan dari evaluasi secara internal dan eksternal diantaranya berdasarkan pada data sekunder dari beberapa bagian di perusahaan. Beberapa langkah penanganan untuk mengurangi bad debt dari sisi mitigasi permasalahan, beberapa cara yang sudah dipergunakan, serta kendala yang ditemukan sehingga didapatkan solusi terbaik sebagai antisipasinya. Hasil dari penanganan diantaranya adalah melakukan identifikasi pelanggan berdasarkan kepemilikan unit apartemen, pembuatan produk prabayar, kerjasama penagihan dengan pihak building management apartemen, dan perbaikan dari sisi aplikasi CRM perusahaan. Kata Kunci: bad debt, apartemen, mitigasi, profil, pelanggan Abstract – One of the problems in a fixed broadband provider company is the high bad debt of customers, especially in vertical housing or apartments. This is of course very influential to companies related to the cost of capital and operations that have been issued is relatively very large, so the guarantee of service billing is expected to be maximum. The method used in handling bad debt is based on internal and external evaluations including based on secondary data from several parts of the company. Some handling steps to reduce bad debt in terms of mitigation problems, several ways that have been used, and constraints found so that the best solution is obtained as anticipation. The results of the handling include identification of customers based on ownership of apartment units, manufacturing of prepaid products, collaborative billing with apartment building management, and improvements in the company's CRM application. Keywords: bad debt, apartment, mitigation, profile, customer 1. Pendahuluan Apartemen saat ini adalah hunian favorit yang menjadi solusi bagi beberapa kalangan yang ingin mendapatkan hunian yang terdekat dengan lokasi bekerja atau berusaha. Makin minimnya tanah yang relative luas di kawasan Jakarta membuat nilai tanah makin tinggi dan sudah relative susah untuk bisa dimiliki. Hal inilah yang menjadi dasar akhirnya beberapa pengembang memilih hunian vertical sebagai solusi untuk bisa mendapatkan untung yang besar dengan jumlah hunian yang besar. Rata-rata saat ini di jakarta saat ini mempunyai hunian lebih dari 600 unit untuk setiap towernya. Hal ini bisa dibayangkan seandainya 600 hunian tersebut dibangun secara horizontal atau rumah tapak dengan estimasi luas type 21 m2, dibutuhkan lebih dari 1,2 hektar tanah yang tentunya sangat terbatas sekali di Jakarta yang mempunyai lahan seluas itu. Kalaupun toh ada nilai ekonomis atau harganya sudah sangat mahal sekali dengan rata- rata saat ini di sekitar Jakarta sudah diatas harga sepuluh juta rupiah permeternya. Sehingga rumah type 21 harga tanahnya saja sudah diatas Rp. 210 juta belum proses pembangunan yang rata-rata RAB (Rencaan Anggaran Bangunan) mencapai Rp. 3 juta permeter untuk pembangunan rumah 1 lantai dan diatas Rp. 4 juta untuk rumah 2 lantai. Belum termasuk biaya-biaya lainnya. Sehingga sudah terlalu tinggi misal