Hal | 1 Tugas Akhir Manajemen dan Keekonomian Proyek Teknik Manajemen Proyek Pembangunan Infrastruktur Layanan Private Cloud untuk Program Blended Learning pada Diklat Teknis dan Fungsional menggunakan Metode Analisis System Development Life Cycle (SDLC) (Studi Kasus pada Pusdiklat XYZ) Imam Baehaki Program Kekhususan Manajemen Keamanan Jaringan Informasi, Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik - Universitas Indonesia imam.baehaki@ui.ac.id Dosen : Dr. Ir. Iwan Krisnadi, MBA ABSTRAK Metode Blended Learning adalah suatu cara dalam proses belajar mengajar yang menggabungkan, mengkombinasikan dan memadukan sistem pendidikan konvensional dengan sistem yang serba digital. Untuk dapat melaksanakan program blended learning ini, Pusdiklat XYZ berencana untuk membangun sebuah infrastruktur pusat data menggunakan teknologi paling mumpuni yang biayanya dibebankan pada APBN. Agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan apa yang diharapkan, dibutuhkan manajemen proyek sehingga dapat dicapai hasil yang efektif dan efisien. Landasan teori yang digunakan adalah data center, private cloud dan manajemen proyek. Metodologi yang digunakan adalah studi literatur, site visit dan konsultansi pakar. Analisis yang digunakan adalah SDLC. Dengan menggabungkan antara metode SDLC sebagai jabaran utama dengan langkah-langkah merancang data center serta teori manajemen proyek sebagai jabaran pendukung didapatkan hasil sebagai berikut: Pembangunan data center dilaksanakan pada lokus di Sawangan, Depok Jawa Barat pada lahan seluas 178,52 m2 (16,03 m x 11,41 m) dengan tinggi bangunan 4 m dengan kebutuhan durasi waktu selama 9 bulan, biaya sebanyak 21,8 milyar rupiah dan arsitektur yang digunakan adalah openstack architecture dengan teknologi meliputi redundant Core Switch VSS,OTV-ready, fabric extender dan Web security policy. Kata Kunci: blended learning, data center, private cloud, SDLC 1. PENDAHULUAN Metode Blended Learning adalah suatu cara dalam proses belajar mengajar yang menggabungkan, mengkombinasikan dan memadukan sistem pendidikan konvensional dengan sistem yang serba digital. E- Learning dan Blended Learning memiliki kesamaan karena menggunakan komputer dan internet sebagai perantaranya. Namun E-Learning dan Blended Learning merupakan metode pembelajaran yang berbeda. Dimana dengan menggunakan metode E- Learning tidak adanya hubungan timbal balik dalam proses belajar mengajar. Sedangkan dengan menggunakan metode Blended Learning terdapat interaksi secara langsung berupa diskusi langsung dalam proses belajar mengajar. Blended Learning dikembangkan untuk menyempurnakan metode E-Learning. E-Learning dan Blended Learning dapat menjadi solusi mengatasi masalah pendidikan di Indonesia dalam hal perataan pendidikan di Indonesia. Metode E-Learning sedang dijalankan dalam sistem pendidikan di Indonesia dan akan melakukan transformasi ke Blended Learning. Dengan adanya Blended Learning pembelajaran dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja menggunakan internet. Pelajar dapat mengakses materi secara leluasa dan dituntut dapat belajar secara mandiri karena bahan ajar tersimpan secara online. Antara pengajar dan yang diajar dapat memberikan feedback baik berupa pertanyaan dan saran secara realtime. Sehingga diskusi serta tanya jawab antara pengajar dan