ISSN : 2540-7805 Vol.3 No.1, Maret 2018 Jurnal Ekonomi Bisnis 10 Analisis Perhitungan Harga Pokok Produksi Tahu Dengan Metode Full Costing Dan Variable Costing Sebagai Dasar Penentuan Harga jual (Studi Kasus Tahu Mundu di Simpar Panjalu) Asep Saeful Falah ABSTRAKSI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1). Perhitungan Harga Pokok Produksi menggunakan metode full costing; 2). Perhitungan Harga Pokok Produksi menggunakan metode variable costing; 3). Harga Jual menggunakan metode cost plus pricing. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan jenis studi kasus. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Alat analisis yang digunakan adalah metode full costing, variable costing dan metode cost plus pricing. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa dari metode full costing hasil nya lebih baik dibandingkan dengan variable costing karena memperhitungkan seluruh biaya yang dikeluarkan berbeda dengan variable costing yang hanya memperhitungkan yang bersifat variabel saja. Selanjutnya hasil perhitungan harga jual menggunakan metode cost plus pricing lebih tinggi dibandingkan dengan harga jual yang ditetapkan oleh perusahaan. Pabrik Tahu Mundu tidak memperhitungkan seluruh biaya yang dikelurkan selama proses produksi yang mengakibatkan harga jual yang ditetapkan rendah. Kata kunci: harga pokok produksi, metode full costing, metode variable costing,penentuan harga jual. ABSTRACT This study aims to determine: 1). The Calculation of the Cost of Production using full costing method; 2). The Calculation of the Cost of Production using variable costing method; 3). Selling Price using cost plus pricing method. The method used in this research is quantitative descriptive method with case study type. The data used in this research is primary data and secondary data. The tool of analysis used is method of full costing, variable costing and method of cost plus pricing. From the results of research shows that when viewed from the full costing method of its results is better than the variable costing because it takes into account all costs incurred different from the variable costing which only takes into account the only variable. Furthermore, the calculation of selling price using cost plus pricing method is higher than the selling price set by the company. Mundu Tofu Factory which does not take into account all expenses incurred during the production process resulting in a low set price. Keywords: cost of production, full costing method, variable costing method, selling price determination. 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tahu merupakan salah satu bahan makanan pokok di Indonesia, yang termasuk dalam makanan 4 sehat 5 sempurna. Tahu juga merupakan makanan yang mengandung sangat banyak gizi dan cukup mudah untuk diproduksi. Untuk memproduksi tahu bahan-bahan yang dibutuhkan hanya berupa kacang kedelai. pabrik pembuatan tahu, baik dalam bentuk usaha kecil dan usaha menengah yang masih menggunakan cara tradisional ataupun usaha-usaha yang sudah cukup sukses dengan cara pembuatan yang lebih modern. Jenis usaha ini termasuk kedalam jenis usaha bidang manufaktur. Manufaktur adalah kegiatan produksi dengan mengolah bahan mentah (bahan baku) menjadi barang jadi yang siap dijual. Pada umumnya, hal yang sulit teridentifikasi dalam kegiatan produksi adalah alokasi biaya yang digunakan selama proses produksi dalam suatu periode. Biaya-biaya yang digunakan dalam proses produksi ini dinamakan biaya produksi. Biaya Produksi terdiri dari 3 komponen utama, yaitu (1) Biaya Bahan Baku (BBB), (2) Biaya Tenaga Kerja Langsung (BTKL), dan (3) Biaya Overhead Pabrik (BOP). Untuk memperoleh informasi biaya produksi tersebut dibutuhkan pengolahan data sesuai teori serta prinsip akuntansi. Sehingga dapat juga digunakan dalam perhitungan dan penentuan Harga Pokok Produksi (HPP) yang tepat dan akurat. Perhitungan harga pokok produksi merupakan hal yang sangat penting mengingat manfaat informasi harga pokok produksi adalah untuk