* Corresponding author
E-mail addresses: lucky.nugroho@mercubuana.ac.id (L. Nugroho)
2614-6983/ © 2018 P3M Politeknik Negeri Bengkalis. All rights reserved.
Jurnal Inovasi dan Bisnis 6 (2018) 154-163
Inovbiz
Website: www.ejournal.polbeng.ac.id/index.php/IBP
Email: inovbiz@polbeng.ac.id
Pengaruh Good Corporate Governance dan Biaya
Operasional dan Pendapatan Operasional (BOPO)
terhadap stabilitas keuangan bank umum syariah
di Indonesia Tahun 2012-2017
Lucky Nugroho
1,*
, Herda Nezzim Bararah
2
,
Universitas Mercu Buana, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Jakarta Barat 11650
1. Pendahuluan
Sampai dengan bulan Januari 2018, industri
perbankan syariah telah mempunyai jaringan
sebanyak 13 Bank Umum Syariah (BUS), 21 Unit
Usaha Syariah (UUS), dan 167 BPRS, dengan
total jaringan kantor mencapai 2.616 kantor yang
tersebar di hampir seluruh penjuru nusantara.
Selanjutnya total aset perbankan syariah pada
bulan Januari 2018 mencapai Rp 414.185 triliun
(BUS & UUS).
Seiring berkembangnya perbankan syariah
terutama di negara-negara muslim dan
penerapan prinsip-prinsip syariah dalam
operasional perbankan syariah menjadi altenatif
perbankan dalam menjaga stabilitas sistem
keuangan dan mencegah terjadinya krisis global
(Nugroho et al., 2017; Sudarsono, 2009).
Stabilitas sistem keuangan di dunia maupun pada
suatu negara menjadi suatu prioritas untuk
dikelola karena sistem keuangan memiliki peran
penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi
dan keberlanjutan pembangunan suatu negara.
Stabilitas keuangan berperan penting dalam
pertumbuhan ekonomi suatu negara, karena
memiliki hubungan yang positif dengan tingkat
pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian
pertumbuhan ekonomi yang baik membutuhkan
adanya stabilitas keuangan (Soedarmono et al.,
2011; Stiglitz, 2000).
Disisi lain terdapat faktor-faktor makro
ekonomi yang dapat mempengaruhi stabilitas
keuangan suatu negara sehingga diperlukan
kebijakan moneter untuk dapat
mengendalikannya. Pemerintah sebagai regulator
dan supervisor memiliki peranan dalam
mengambil keputusan dan implementasi dari
kebijakan moneter tersebut (Borio, 2014; Shleifer
& Vishny, 2011). Selain itu kondisi ekonomi
keuangan pada suatu negara dapat
mempengaruhi kondisi stabilitas keuangan negara
lain (efek domino). Hal tersebut juga pernah terjadi
pada saat terjadi krisis ekonomi global 1998 yang
diawali melemahnya perekonomian di Amerika
yang menyebabkan terjadinya instabilitas sistem
keuangan sehingga krisis ekonomi di beberapa
negara termasuk di Indonesia tidak dapat
dihindarkan (Sudarsono, 2009; Wade &
Veneroso,1998). Lebih lanjut, merujuk definisi dari
Bank Indonesia, hubungan stabilitas sistem keu-
angan dan stabilitas moneter ditunjukkan pada
gambar 1.1 sbb.:
Gambar 1.1 Hubungan Stabilitas Sistem Keuangan dan
Stabilitas Moneter
Sumber: Bank Indonesia
ARTICLE INFO
Keywords:
Good Corporate Governance
BOPO
Stability of Sharia Bank
Received: 26 November 2018
Accepted: 27 December 2018
Published: 27 December 2018
ABSTRACT
This research aims to determine the effect of good corporate
governance (GCG) and the efficiency of Islamic banks on profitability
(return on assets/ROA). The method used in this research is quantitative
with multiple regression statistical methods and SPSS version 23 statistical
software for processing the data. Based on the results of statistical testing,
GCG has a negative and significant effect so that a poor GCG ranking
(down rating/greater) will reduce profitability. The efficiency that is proxied
by the BOPO ratio also has a negative and significant impact so that an
increase in the BOPO ratio results in a decrease in ROA.
Open Access