EKSERGI Jurnal Teknik Energi Vol 7 No. 2 Mei 2011 ; 57- 62 57 Analisis dan Perancangan Rotor Pendingin Dynamometer Arus Eddy Untuk Pengujian Kinerja Kendaraan Bermotor Kapasitas 250 KW Budhi Prasetiyo 1) & Nazaruddin Sinaga 2) Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Semarang Jl. Prof. Sudarto, SH Tembalang Semarang, Kotak Pos 6199/SMS Semarang 50275 Telp. 7473417, 7499585 (Hunting) Fax. (024) 7472396 Abstrak Dynamometer, adalah suatu mesin yang digunakan untuk mengukur torsi (torque) dan kecepatan putaran (rpm) dari tenaga yang diproduksi oleh suatu mesin, motor atau penggerak berputar lain. Dynamometer dapat juga digunakan untuk menentukan tenaga dan torsi yang diperlukan untuk mengoperasikan suatu mesin. Dalam hal ini, maka diperlukan dynamometer. Dynamometer yang dirancang untuk dikemudikan disebut dynamometer absorsi/penyerap. Dynamometer yang dapat digunakan, baik penggerak maupun penyerap tenaga disebut dynamometer aktif atau universal. Sebagai tambahan untuk digunakan dalam menentukan torsi atau karakteristik tenaga dari mesin dalam test/Machine Under Test (MUT), Dynamometer juga mempunyai peran lain. Dalam siklus standar uji emisi, seperti yang digambarkan oleh US Environmental Protection Agency (US EPA), dynamometer digunakan untuk membuat simulasi jalan baik untuk mesin (dengan menggunakan dynamometer mesin) atau kendaraan secara penuh (dengan menggunakan dynamometer chasis). Sebenarnya, diluar pengukuran torsi dan power yang sederhana, dynamometer dapat digunakan sebagai bagian dari pengujian untuk berbagai aktifitas pengembangan mesin seperti kalibrasi pengontrol manajemen mesin, pengembangan sistem pembakaran dsb. Dynamometer arus eddy yang paling umum digunakan pada dynamometer chasis modern. Dynamometer ini dapat menghasilkan perubahan beban yang cepat untuk penyelesaian aliran beban yang diinginkan. Perancangan dynamometer arus eddy dengan pendinginan udara kipas ini dititik beratkan pada rancangan berbagai bentuk variasi sudu (blade) untuk menentukan optimalisasi pendinginan yang optimum dengan dibantu oleh software FLUENT. Kata kunci : Dynamometer arus eddy, Software FLUENT 1. Pendahuluan Dynamometer adalah perangkat pengukuran daya mekanis yang memainkan peranan penting dalam penelitian dan pengembangan khususnya mesin pembakaran internal. Untuk kebutuhan modifikasi dan bahan bakar alternative dynamometer digunakan untuk mensimulasikan beban mesin selama “tune-up”. Secara umum dynamometer bekerja dengan penyerapan energi dari mesin, secara bersamaan ia mampu untuk mengukur baik torsi dan kecepatan putaran. Dari penyerapan energinya Dynamometer dapat diklasifikasikan yaitu Hydro-kinematika, Hydrostatik dan Listrik. Setiap system memiliki karakteristik yang berbeda-beda seperti ditunjukkan pada tabel 1. Setiap jenis dari dynamometer memiliki kelebihan dan kekurangannya di masing-masing aplikasi. Hydro-dinamika atau dynamometer hidrolik menggunakan viskositas fluida sebagai media penyerap energinya. Dynamometer jenis ini beroperasi dengan 2 komponen utama yaitu stator dan rotor yang berada di dalam air. Rotor penggerak fluida dan setup gaya sentrifugal. Efeknya adalah untuk transfer momentum dari rotor ke stator dan menghasilkan torsi dari reaksi putaran poros. Gaya geser turbulen dari cairan (Air) hilang dalam bentuk panas dalam air. Dynamometer jenis ini memiliki keterbatasan menyerap torsi pada kecepatan putar rendah dan pengaturan nonlinier, tetapi bisa menahan kelebihan putaran. Sementara biaya pembuatannya rendah disbanding dynamometer lain. Dynamometer dengan fluida kerja yang lain adalah system Hydrostatik, system ini mempunyai keuntungan dapat menerap torsi pada kecepatan stagnasi dan inersia