Dr. Erdi, M.Si Page | 1 Dosen FISIP Universitas Tanjungpura KONEKSI SUBSIDI PUPUK DAN KEBIJAKAN IMPOR BERAS 1 Oleh Dr. Erdi, M.Si Dosen FISIP Universitas Tanjungpura Pontianak, Kalimantan Barat Sampai dengan artikel ini dikeluarkan, belum pernah ada ahli yang mencoba menghubungkan dua kebijakan ini secara parallel. Penulis yang notabene adalah sarjana ilmu social dan dosen matakuliah Ekonomi Politik dan Pembangunan pada Program Magister Ilmu Sosial, Universitas Tanjungpura mencoba mencari benang merah (koneksi) kedua kebijakan itu yang saya proposisikan berjalan tidak searah. Kebijakan subsidi pupuk tidak berbanding terbalik dengan volume impor beras. Bagaimana jalan ceritanya? Tentu membutuhkan telaah mendalam agar dapat memberikan edukasi kepada masyarakat dan telaah kritis kepada pemerintah. “Setelah beras impor masuk, stok beras Bulog yang tadinya 590.000 ton naik menjadi 649.000 ton. Jumlah ini, menurut Darmin, sudah termasuk dengan pasokan beras dalam negeri. Karena stok beras Bulog naiknya tak signifikan, maka dalam rakor 28 Maret 2018 diputuskan tambahan impor beras 1 juta ton, sehingga totalnya 2 juta ton. Dengan angka 2 juta ton itu artinya stok beras di gudang Bulog aman” demikian sepenggal pernyataan Menteri Darmin Nasution untuk menengahi kemarahan 1 Telah dimuat pada Harian Pontianak Post pada hari Rabu, 06 Januari 2019 di Halaman 10 pada Kolom Opini. Terima kasih kepada Pontianak Post atas pemuatan artikel ini. Semoga Pontianak Post selalu menjadi yang terbesar di Kalimantan Barat.