Kumpulan artikel Insect Village, Vol 2, No 1, 26-28 Kumpulan artikel Insect Village Volume 2, No 1, 26-28 January, 2019 Perbandingan Jarak Loncatan pada Beberapa Spesies Belalang (Orthoptera) Ari Sugiarto Email: sugiartoari13@gmail.com Abstrak Belalang memiliki kemampuan meloncat untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainya. Selain itu, belalang menggunakan kemampuan meloncatnya untuk melarikan diri dari pemangsa. Jarak loncatan beberapa spesies belalang diperkirakan tidak sama, hal ini memunculkan gagasan untuk melakukan penelitian untuk mengukur jarak loncatan beberapa spesies belalang. Penelitian ini dilakukan di dalam ruangan tertutup dengan ukuran 5m x 5m. Spesies belalang yang diukur jarak loncatannya yaitu Atractomorpha crenulata, Gesonula mundata, Oxya hyla, dan Xenocatantops humilis. Pemilihan ke empat spesies belalang ini diperkirakan memiliki jarak loncatan yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Oxya hyla memiliki jarak loncatan yang paling jauh dibanding Atractomorpha crenulata, Gesonula mundata, dan Xenocatantops humilis. Atractomorpha crenulata memiliki jarak loncatan yang paling pendek dibading Oxya hyla, Gesonula mundata, dan Xenocatantops humilis. Perbedaan jarak loncatan ini dapat menggambarkan bahwa, Oxya hyla dan Gesonula mundata lebih susah untuk ditangkap dibandingkan Atractomorpha crenulata dan Xenocatantops humili. Kata kunci: Belalang, Jarak loncatan 1. Pendahuluan Belalang merupakan serangga yang termasuk ke dalam ordo Orthoptera. Belalang mudah ditemukan pada vegetasi rerumputan dan semak seperti pada ekosistem persawahaan. Belang memiliki kemampuan meloncat untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya selain menggunakan sayap. Selain itu, belalang menggunakan kemampuan meloncatnya untuk menghindari pemangsa. Menurut Hawlena et al. (2011), kecepatan loncatan dan jarak loncatan belalang akan bertambah dengan adanya ancaman dari pemangsa. Menurut Burrows dan Picker (2010), kekuatan loncatan akan lebih besar dengan menggunakan kedua kaki belakang dibandingkan dengan menggunakan satu kaki belakang. Kekuatan loncatan dan jarak loncatan beberapa spesies belalang diperkirakan tidak sama. Hal ini yang melandasi gagasan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui jarak loncatan beberapa spesies belalang. Manfaat dari penelitian ini juga dapat membedakan keagresifan beberapa spesies belalang dengan melihat perbandingan jarak loncatannya. 2. Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2018. Penelitian ini dilakukan pada ruangan tertutup dengan lebar 5x5 m. Penggunaan ruangan berukuran 5x5 m ini dengan mempertimbangkan perkiran jarak loncatan belalang yang diukur tidak melebihi 5 m. Menurut Hawlena et al. (2011), belang terlebih dahulu harus diaklimatisasi selama 30 menit pada ruangan yang akan digunakan untuk mengukur jarak loncatan. Seletelah diaklimatisasi diukur panjang tubuh belalang yang akan diukur jarak loncatnnya. Pengukuran jarak loncatan belalang dilakukan dengan mengukur posisi awal belalang sampai ke posisi belalang setelah meloncat. Jarak loncatan yang diukur adalah jarak loncatan yang tanpa diikuti oleh kepakan sayap. Diukur 26