Keanekaragaman Mikoriza Arbuskula Perakaran Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum) Hairunnisa 1 , Florianus Flori 1 , Sisilia Hainawati 1 , Sri Lestari 1 , Rahmawati 1 , Rikhsan Kurniatuhadi 1 1 Program Studi Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Tanjungpura, Jl. Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak,email korespondensi : icha.hairunnisa@student.untan.ac.id Abstract Vesicular Arbuscular Mycorrhizal (VAM) is one of the soil organisms that play an important role in the growth of tomato plants (Lycopersicum esculentum). The isolation practice of mycorrhizal vesicles arbusculae was conducted on May 5, 2018 in the Microbiology laboratory at Faculty of Mathematics and Natural Sciences University of Tanjungpura Pontianak. Practice stages of the inventory of mycorrhizal vesicles arbuscula are sampling, isolation, and then in identification. Samples were taken from a tomato plantation in Siantan District of Pontianak Utara, Pontianak. The types of mycorrhizae Acaulaspora, Ambispora, Archaespora, Gigaspora, Glomus, and Scutellospora are found. Keyword : Vesicular Arbuscular Mycorrhizal (VAM), Soil, Lycopersicum esculentum, Spora, Glomus sp. PENDAHULUAN Tanaman tomat (Lycopersicum esculentum) termasuk keluarga besar Solanaceae. Keluarga ini terdiri dari tidak kurang 2200 spesies. Saat ini buah tomat telah mempunyai kedudukan yang baik, walaupun belum merata digunakan dalam menu atau gizi masyarakat. Selain mempunyai rasa yang lezat ternyata tomat juga memiliki komposisi zat yang cukup lengkap dan baik, terutama kadar vitamin A dan vitamin C (Aashari, 1995). Wilayah kota Pontianak merupakan daerah dengan lahan basah dan gambut tropis yang cukup baik untuk pertumbuhan tanaman budidaya seperti tomat. Menurut Hikmatullah, dkk (2008) kendala biofisik pengembangan pertanian pada lahan basah berupa drainase atau genangan, banjir, potensi sulfat masam, kematangan dan ketebalan gambut, dan pada lahan kering berupa kandungan hara rendah dan kemiringan lereng. Dengan menerapkan teknologi pengelolaan lahan yang tepat, produktivitas lahan dapat ditingkatkan dalam usaha mendukung ketahanan pangan nasional dan pengembangan agribisnis perkebunan. Mikoriza merupakan simbiosis mutualisme antara cendawan tertentu dan tanaman tingkat tinggi. Mikoriza yang sering digunakan untuk tanaman hortikultura dan pertanian adalah mikoriza vesikula arbuskula (MVA). MVA mampu bersimbiosis dengan hampir seluruh tanaman pertanian di antaranya adalah tomat, cabai, bawang merah, jagung, kacang tanah, padi, stroberi dan semangka. Keberadaan MVA pada akar tanaman selain dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman juga dapat meningkatkan resistensi tanaman terhadap penyakit dengan mendominasi lingkungan fisik sekitar perakaran inang untuk mencegah masuknya patogen, memproduksi antibiotik atau dengan persaingan unsur hara (Smith and Read, 1997). Penggunaan MVA sebagai pengendali hayati penyakit tumbuhan telah banyak dilakukan. Menurut penelitian Nurhandayani (2013), jamur mikoriza yang terdapat pada rhizosfer tanah gambut tanaman nanas (Ananas comosus) adalah jenis genus Glomus, Acaulaspora dan Gigaspora. Penelitian Kartika (2001), pada lahan gambut rhizosfer