Hal-hal yang menarik dalam Novel Rindu Karya Tere Lie oleh: Zannuraini Banyak orang yang mengatakan bahwa Tere Liye itu novelis berbakat yang karyanya laris manis di pasaran dan menuai pujian dari khalayak. Tapi saya akan menunjukkan kepada Anda bahwa itu semua tidak sepenuhnya benar. Menurut pendapat objektif saya Tere Liye itu novelis kacangan kalo tidak bisa dikatakan novelis asal-asalan. Salah satu novel miliknya yang saya baca baru-baru ini adalah Novel Rindu yang covernya bisa dilihat pada gambar. Beberapa keganjilan novel ini antara lain: 1. Halaman 6 paragraf terakhir: “…pemimpin rombongan yang melihat kebingungan mereka, dengan bahasa setempat berseru menyuruh kuli agar menaikkan lagi barang bawaan. Kuli angkut dengan tubuh hitam berminyak karena terlalu sering dipanggang cahaya matahari menggaruk kasar kepalanya yang tidak gatal. Kepalang tanggung. Namanya juga kuli. mereka akhirnya tetap memilih menggotong barang-barang bawaan itu lima puluh meter menuju anak tangga kapal. Tersengal di belakang kereta kuda.” Kenapa kuli tersebut tidak menuruti saja perintah si pemilik barang tersebut yakni dengan menaikkannya kembali barangnya ke dalam kereta, malah ngotot memikulnya sejauh 50 meter. Apa susahnya menaikkan kembali barang-barangnnya ke dalam kereta kuda, dibandingkan memikulnya sejauh 50 meter? Lagian yang nyuruh menaikan kembali kan si pemilik barang, kok tiba-