1 Rancangan Konseling Pranikah bagi Pasangan yang Sudah Berencana untuk Menikah Indah Damayanti Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Abstrak Penelitian ini merupakan uji coba rancangan konseling pranikah bagi pasangan yang sudah berencana untuk menikah. Tujuan penelitian ialah melihat efektivitas rancangan program dalam memberikan pengetahuan mengenai kehidupan pernikahan, meningkatkan kesepakatan pasangan mengenai isu-isu penting dalam pernikahan, dan mengenal pasangan lebih dalam sebagai bagian dari keluarga besarnya. Program diujicobakan kepada dua pasang partisipan dalam bentuk konseling pasangan. Konseling dilakukan sebanyak empat kali tatap muka, sekali dalam seminggu, selama 120-150 menit per pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan program ini cukup efektif bagi partisipan yaitu pasangan yang sudah berencana untuk menikah (di Indonesia). Materi yang dianggap paling bermanfaat ialah keluarga asal pasangan (menggunakan teknik genogram dari terapi keluarga Bowenian), konflik, komunikasi, serta peran dan tanggung jawab suami/isteri dalam rumah tangga. Konseling ini juga bermanfaat dalam memberikan pengetahuan baru dan membuka wawasan berpikir mengenai kehidupan pernikahan, menjadi kesempatan untuk membicarakan hal-hal yang belum didiskusikan antara pasangan mengenai harapan mereka masing-masing terhadap pasangannya dan kehidupan pernikahan yang mereka inginkan nantinya, memberikan masukan serta nasihat yang dapat dipertimbangkan untuk kemudian hari, dan bisa mengenali pasangan lebih dalam. Kata kunci: konseling pranikah, terapi keluarga Bowenian, genogram Premarital Counseling Design for Engaged Couples Indah Damayanti Islamic State University Sultan Syarif Kasim Riau Abstract This research is a pilot study of premarital counseling design for engaged couples. It’s aim to find out the effectivity of the program design in delivering knowledge of marriage life, enhancing couple agreement about essential maters in marriage life, and building better understanding of couple as a part of their extended families. The program was implemented to two couples of participants, conducted in four meeting of couple counseling, once in a week, 120-150 minutes for each meeting. Result shows that this program is effective enough for the participant, engaged couple (in Indonesia). The most beneficial materials are family of origin (using genogram technique by Bowenian family therapy), conflict,