Representasi Nawacita dalam 100 Hari Kabinet Kerja Jokowi-JK Dini Safitri Universitas Negeri Jakarta Abstract The purpose of this study was to describe the representation Nawacita within 100 days of work Jokowi-JK cabinet. The methodology used is qualitative by using the perspective of contemporary cognitive communication through representation. The results showed indicate that nawacita as the flagship program of the cabinet work Jokowi-JK, Indonesia aims to construct a politically sovereign, independent in the field of economics, culture and personality. But in 100 working days kabinat work, many cabinet ministers in the work that has not been understood cognitively, so it can not run nawacita within 100 days of the performance. Keywords: Representation, Nawacita, Communication Perspective Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan representasi Nawacita dalam 100 hari kabinet kerja Jokowi-JK. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan prespektif komunikasi kognitif kontemporer melalui representasi. Hasil peneltiian menunjukkan bahwa nawacita sebagai program unggulan dari kabinet kerja Jokowi-JK, bertujuan untuk menbangun Indonesia yang berdaulat secara politik, mandiri dalam bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Namun dalam 100 hari kerja kabinat kerja, banyak menteri di kabinet kerja yang belum memahami secara kognitif, sehingga belum dapat menjalankan nawacita di dalam kinerja 100 hari tersebut. Kata kunci: Representasi, Nawacita, Perspektif Komunikasi Pendahuluan Pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla saat kampanye pemilu 2014, menjanjikan terwujudnya sembilan agenda prioritas, jika terpilih sebagai presiden dan wakil presiden. Sembilan program itu disebut Nawa Cita. Program ini digagas untuk menunjukkan prioritas Indonesia yang berdaulat secara politik, mandiri dalam bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Berikut ini inti dari sembilan program Nawacita 1 : 1. Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara, melalui politik luar negeri bebas aktif, keamanan nasional yang terpercaya dan pembangunan pertahanan negara Tri Matra terpadu yang dilandasi kepentingan nasional dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim. 2. Membuat pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola pemerintahan 1 http://nasional.kompas.com/read/2014/05/21/0754454/.Nawa.Cita.9.Agenda.Prioritas.Jokowi-JK