Rekayasa Sipil Vol. 6 No.2 September 2017. Pp 98-112 ISSN 2252-7699 98 STUDI IDENTIFIKASI MITIGASI BENCANA GEMPA PADA BANGUNAN SEKOLAH DASAR KALIGONDANG DAN REKOMENDASI PERBAIKAN Restu Faizah 1 , Elvis Saputra 1 ,dan Dawam Adhiguna 1 Abstract 6.3-magnitude earthquake has occurred in Yogyakarta on May 27, 2006, and resulted in 5,737 people died, 38,423 people were injured and tens of thousands of people homeless (Bakornas, 2006). The earthquake also caused damage to public facilities such as schools, places of worship, conference hall and government buildings. This study identifies the completeness of elementary school buildings in earthquake prone areas based on the Technical Guidance of School Buildings Resistant to Earthquake (Kemendiknas, 2010). The school building that is studied is Kaligondang Elementary Building Sumbermulyo Bambanglipuro Bantul DIY. Data obtained from the existing building secondary data and primary data through interviews, questioner and direct observations in the field. The recommendation for mitigation of earthquake disaster of Kaligondang Elementary School in this research is proposed to become standard reference form of school building mitigation in earthquake prone area, equipped with elements of preparedness such as evacuation routes, meeting points and posters disaster. This research is expected to provide insight to stakeholders in developing educational facilities that vision of disaster, and can be developed for Elementary School in a different location, or developed for other types of public facilities and other types of disasters. Key words: mitigation, earthquake prone area, elementary school, evacuation. Abstrak Gempa 6,3 Skala Richter telah terjadi di Yogyakarta pada tanggal 27 Mei 2006 dan mengakibatkan 5.737 orang meninggal dunia, 38.423 orang luka-luka dan puluhan ribu orang kehilangan tempat tinggal (Bakornas, 2006). Gempa juga menimbulkan kerusakan pada fasilitas umum seperti sekolah, tempat ibadah, gedung pertemuan dan bangunan pemerintah. Penelitian ini mengidentifikasi kelengkapan bangunan Sekolah Dasar di daerah rawan gempa berdasarkan Pedoman Teknis Bangunan Sekolah Tahan Gempa (Kemendiknas, 2010). Bangunan sekolah yang dikaji adalah bangunan Sekolah Dasar Kaligondang Sumbermulyo Bambanglipuro Bantul DIY. Data bangunan eksisting diperoleh dari data sekunder maupun data primer dengan cara wawancara, kuosioner dan pengamatan langsung di lapangan. Rekomendasi perbaikan mitigasi bencana gempa Sekolah Dasar Kaligondang pada penelitian ini diusulkan menjadi acuan standar bentuk mitigasi bangunan sekolah di daerah rawan gempa, dilengkapi dengan unsur kesiapsiagaan seperti jalur evakuasi, titik kumpul dan poster-poster kebencanaan. Penelitian ini diharapkan dapat memberi wawasan kepada para pemangku kepentingan dalam membangun sarana pendidikan yang berwawasan kebencanaan, dan dapat dikembangkan untuk Sekolah Dasar di lokasi yang berbeda, atau dikembangkan untuk jenis fasilitas umum dan jenis bencana lainnya. Kata Kunci: mitigasi, daerah rawan gempa, sekolah dasar, evakuasi. 1. PENDAHULUAN Damage and Loss Assessment oleh Bappenas (2006) menunjukkan jumlah kerugian akibat gempa Yogyakarta tahun 2006 mencapai 29,1 triliyun rupiah, lebih besar dari kerugian yang ditimbulkan akibat gempa dan tsunami tahun 2004 di Srilanka, India dan Thailand. Kerugian terbesar disebabkan oleh kerusakan pada sektor housing mencapai 15,3 triliyun rupiah (lebih dari 50%), sisanya adalah 1. Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Jl. Lingkar Selatan Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta 55183. Telp. 0274-387656. Pos-el: restufaizah06@gmail.com. kerugian pada sektor produktif, sosial, kesehatan dan pendidikan. Departemen Pekerjaan Umum (1993) mencatat kerusakan pada bidang Cipta Karya akibat gempa di Yogyakarta meliputi kerusakan (berat/sedang/ ringan) pada tempat ibadah 1.873 unit, Puskemas 250 unit, pasar 21 unit, dan sekolah