32 jurnal arsitektur ZONASI : Vol. 2 No. 1, Februari 2019 Asep Yudi Permana; Indah Susanti: Karto Wijaya, Kerentanan Bahaya Kebakaran Volume 2 - Nomor 1 - Februari 2019 http://ejournal.upi.edu/index.php/jaz/ - e-mail: jurnal.zonasi@gmail.com dan jurnal_zonasi@upi.edu DOI: http://10.17509/jaz.v2i1.15208 KERENTANAN BAHAYA KEBAKARAN DI KAWASAN KAMPUNG KOTA Kasus: Kawasan Balubur Tamansari Kota Bandung Asep Yudi Permana 1 ; Indah Susanti 2 ; Karto Wijaya 3 1 , 2 Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia 3 Universitas Kebangsaan Jln. Dr. Setiabudhi no. 207 Bandung Jln. Terusan Halimun no. 37 Bandung Email : yudi.permana@upi.edu indah susanti@upi.edu karto.wijaya.st@gmail.com Abstract: Fire hazards as one of the disasters that often occur in densely populated areas. The Balubur Tamansari region is one of the villages in the city of Bandung, which is an area that has high buildings, populations and activities so that if there is a fire there will be casualties and material losses. The purpose of this study was to identify fire vulnerabilities in the area of Balubur Tamansari, Bandung. The research method uses a spatial approach and disaster risk analysis, while to identify areas of fire vulnerability using descriptive analysis. Spatial parameters consist of population density, building quality, building density, and road network density. Disaster risk by considering parameters of hazard, vulnerability and capacity. The results of the study showed that the Balubur Tamansari Kota area was included in a high disaster risk against the vulnerability of fire hazards. Keywords: fire, danger, vulnerability, capacity. Abstrak: Bahaya kebakaran sebagai salah satu bencana yang sering terjadi di daerah padat penduduk. Wilayah Balubur Tamansari adalah salah satu desa di kota Bandung, yang merupakan daerah yang memiliki bangunan, populasi, dan aktivitas yang tinggi sehingga jika terjadi kebakaran akan ada korban dan kerugian material. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kerentanan kebakaran di daerah Balubur Tamansari Kota Bandung. Metode penelitian menggunakan pendekatan spasial dan analisis risiko bencana, sedangkan untuk mengidentifikasi area kerentanan kebakaran menggunakan analisis deskriptif. Parameter keruangan terdiri dari kepadatan penduduk, kualitas bangunan, kepadatan bangunan, dan kepadatan jaringan jalan. Risiko bencana dengan mempertimbangkan parameter bahaya, kerentanan, dan kapasitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah Balubur Tamansari Kota termasuk dalam risiko bencana tinggi terhadap kerentanan bencana kebakaran. Kata Kunci: kebakaran, bahaya, kerentana, kapasitas. 1. Pendahuluan Indonesia secara geografis yang terletak pada daerah khatulistiwa dengan morfologi yang beragam (Taridala, Yudono, Ramli, dan Akil, 2017), kondisi ini memiliki potensi bencana yang cukup tinggi karena adanya aktivitas pergerakan lempeng tektonik aktif (Marfai, Cahyadi, dan Anggraini, 2013). Potensi bencana meliputi bahaya utama, seperti gempa bumi dan Longsor (Permana, 2011). Letusan gunungapi, tsunami dan banjir, serta potensi bahaya ikutan, seperti wabah penyakit, kebakaran, dan konflik sosial (Taridala et al., 2017). Potensi bencana ikutan di wilayah perkotaan yang paling tinggi adalah bahaya kebakaran (Marfai et al., 2013; Nurwulandari, 2016; Taridala et al., 2017), hal ini disebabkan karena wilayah perkotaan memiliki tingkat kepadatan penduduk tinggi, kompleksitas penggunaan lahan, pemusatan aktivitas penduduk perkotaan, penggunaan material bangunan, dan adanya daerah-daerah permukiman kumuh perkotaan (Permana, 2012a; Taridala et al., 2017). p-ISSN 2621-1610 e-ISSN 2620-9934 Article History: First draft received: 30 Januari 2019 Revised: 5 Januari 2019 Accepted: 9 Januari 2019 Final proof received: Print: 10 Februari 2019 Online 11 Februari 2019 Jurnal Arsitektur ZONASI is indexed and listed in several databases,