LITURGI TUJUH MINGGU SENGSARA (Dirancang untuk Puasa Kristen Berjemaat) Catatan Awal Warna liturgis adalah ungu atau hitam. Kalau stola yang dipakai pelayan adalah warna ungu, maka kain mimbar dan taplak meja tempat alat-alat sakramen sebaiknya berwarna hitam atau bisa juga kebalikannya. Di titik pusat liturgi ada sebuah peti persembahan, atau celengan puasa yang ditulis di salah satu sisinya: IKUT PERCAYA IKUT MENDERITA. Di peti itu warga jemaat yang berkomitmen untuk menjalani berpuasa selama tujuh minggu dipersilakan menaruh uang puasanya. Keterangan mengenai hakikat dan makna puasa di Minggu Sengsara bisa dibaca di uraian pendahuluan buku ini di bawah judul awal masa puasa 40 hari. Di perayaan Paskah, celengan puasa itu dibuka dan uang-uangnya diambil untuk membantu warga yang membutuhkan, misalnya sebagai dana bedah rumah bagi janda, duda, anak yatim atau tuna wisma. Bisa juga untuk program pemberdayaan ekonomi di sister church di pedesaan. 1 Persiapan Seorang penatua memasuki gedung kebaktian membawa celengan puasa lalu meletakkannya di pusat liturgi. Ia lalu mengajak peserta ibadah untuk melakukan persiapan diri memulai ibadah. Penatua: Terhitung minggu ini kita mulai merayakan 7 Minggu Sengsara atau 49 hari sebagai persiapan menyambut Paskah. Alkitab mencatat angka 40 sebagai saat khusus bagi umat percaya melakukan pemeriksaan diri, penyesalan, puasa dan pertobatan. Puasa selama 40 hari (7 hari yang adalah hari minggu tidak ada puasa karena hari minggu adalah Paskah kecil) merupkan sebuah tradisi umat dalam Alkitab untuk menyambut sebuah peristiwa agung. Peti di depan ini adalah celengan puasa di mana kita memasukan uang harian yang tidak kita pakai untuk membelanjakan sesuatu karena puasa. Seberapa pun banyaknya uang itu, masukanlah itu di awal ibadah Minggu Sengsara. Uang itu akan kita pakai untuk diakonia. Tujuh minggu berturut-turut kita akan merenungkan kisah penderitaan Yesus yang kita kemas dalam tujuh babak perjalanan Yesus dari Galilea menuju Yerusalem. Marilah kita berdiri untuk mulai ibadah di Minggu Sengsara dengan menyanyi NYANYIAN JEMAAT: Kidung Jemaat (jemaat berdiri) VOTUM Pelayan: Pertolongan kita adalah di dalam nama Tuhan yang kedatanganNya adalah untuk melepaskan kita dari belenggu dosa dan kematian dengan cara menjadi dosa dan mati untuk kita. 1 Disusun oleh Pdt. Ebenhaizer Nuban Timo atas permintaan pendeta jemaat GMIT Ebenhaezer Oeba untuk ibadah kreatif Minggu-Minggu Sengsara tahun 2019.